PURWOREJO, purworejo24.com – Guna menyambung tali silaturahmi, meningkatkan wawasan dan merefress diri agar selalu bahagia, puluhan Purna Pelatih Daerah (Purpeda) Jawa Tengah, menggelar Temu Kangen Purpeda Jateng ke-6, di hotel Ganesha Purworejo.
Dengan mengangkat tema Setiap Hari Berbuat Kebaikan, berbagai kegiatanpun digelar dalam Temu Kangen yang dilaksanakan selama dua hari itu, yaitu pada Sabtu tanggal 13 Juli 2024 dan Minggu tanggal 14 Juli 2024.
Diawali ceremoni pembukaan, pada Sabtu sore, puluhan Purpeda dari berbagai daerah di Jawa Tengah itu belajar dan menari Dolalak bersama dengan para penari dari sanggar Seni Ismoyo Jati dari Kecamatan Purwodadi, kemudian menggelar sarasehan lalu riang gembira dengan menyanyi bersama diiringi organ tunggal.
Dihari Minggunya, usai melaksanakan senam pagi, mereka diajak ke wisata terapi garam di pantai Jetis, Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag, lalu mengunjungi Art Center dan Musium Tosan Aji, melihat Bedug Pendowo (bedug terbesar di dunia) di Masjid Agung Darul Muttaqin dan diakhiri belanja bersama di bazar UMKM dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke 77 di jalan RAA Tjokronegoro 1 atau depan pendopo Kabupaten Purworejo.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyambung silaturahim dan bagi Purpeda karena semua sudah senior ini diharapkan bisa fress kembali dan akhirnya bisa memberikan sumbang saran yang berarti bagi gerakan Pramuka,” kata ketua panitia Temu Kangen Purpeda, Titik Mintarsih, saat ditemui purworejo24.com, diusai membuka acara, pada Sabtu (13/7/2024) sore.
Dijelaskan, Purna Pelarih Daerah adalah mantan- mantan pelatih Kwartir Daerah Jawa Tengah. Mereka menjadi korps pelatih Pramuka Kwarda dan telah menjadi mantan yang akhirnya terbentuklah paguyuban yang dinamakan Purpeda.
“Dan terkait hal itu alhamdulillah sekarang di Purworejo luar biasa karena disamping se – Jawa Tengah, dengan jumlah Kwartir 66, ada juga yang hadir dari Kalimantan, dari DIY dan tadi ada Kwartir dari Belanda hadir kesini ini semua serba luar biasa,” lanjutnya.
Dengan Temu Kangen Purpeda di Purworejo, Titik Mintarsih ingin Purworejo menjadi viral mendunia karena Purworejo memiliki sesuatu yang berdaya saing dan Titik juga ingin Purworejo dikenal oleh seluruh dunia bagaimana budaya Purworejo, wisata Purworejo dan juga hal- hal lainya.
“Sebetulnya sangat berarti bagi perkembangan Purworejo terutama terkait dengan Pramuka di Kwartir Cabang dari sumbangsih Purpeda akan diangkat di Kabupaten Purworejo karena Kakwarcab kita merupakan kepala dinas maka akan dibahas tuntas dalam lembaga pendidikan, ini sangat berarti sekali karena Pramuka bagi kami merupakan sesuatu yang wajib dilaksanakan untuk anak -anak sebagai peningkatan budi pekerti dan karakter anak -anak serta memiliki life sklil yang baik,” ujarnya.
Titik berharap kedepan Purworejo bisa semakin eksis yaitu menjadi narasumber utama dari para pelatih karena menjadi orang- orang yang berpengalaman dibidang ke-Pramuka-an.
“Maka Purpeda merupakan bannya atau narasumbernya terkait dengan kegiatan ke-Pramuka-an unttuk kembali kepada jatidiri Pramuka yaitu Pramuka yang meningkatkan kecakapan, Pramuka yang meningkatkan karakter dan Pramuka yang meningkatkan wawasan kebangsaan dengan kecerdasa emosional spiritual dan sosial serta fisiknya diterapkan dan kembali menjadi Pramuka yang sehat yang peduli, produktif dan menjadi Pramuka yang bahagia dunia akherat,” harapnya.
Mewakili Bupati Purworejo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang juga sebagai Ketua Kwarcab Purworejo, Wasit Diono, mengatakan, menyampaikan selamat datang kepada para purna pelatih daerah dari kabupaten/kota se- Jawa Tengah, yang telah banyak berkontribusi dalam memajukan gerakan Pramuka, khususnya di Jawa Tengah.
“Dedikasi dan pengabdian mereka dalam membina dan melatih generasi muda patut kita apresiasi dan banggakan,” katanya.
Pertemuan, lanjutnya, memiliki makna yang sangat penting, karena menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan di antara para purna pelatih. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran dan kontribusi kita dalam membentuk karakter generasi muda yang berjiwa patriotik, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Saya juga mengajak para purna pelatih untuk terus berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kepramukaan di daerah masing-masing. Meskipun sudah purna tugas, pengalaman dan pengetahuan yang miliki sangat berharga untuk diteruskan kepada generasi penerus,” ajaknya.
Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari upaya pembangunan karakter bangsa.
“Kami siap bekerjasama dengan Kwarda Jawa Tengah dan berbagai pihak terkait untuk mewujudkan generasi muda yang tangguh, kreatif, dan berintegritas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Purpeda Jawa Tengah, Dr.Suyahman, M.Si.,M.H, mengaku bangga atas respon dan sambutan Pemerintan Kabupaten Purworejo terhadap Purpeda Jawa Tengah.
“Yang pertama saya katakan luar biasa, bangga, ternyata respon Pemerintah Daerah Purworejo, respon Ka Kwarcab, luar biasa ini membuktikan bahwa Purworejo, Purpeda diterima dengan lapang dada, oleh warga Purworejo,” katanya.
Dijelaskan, bahwa saat ini memang Pramuka masih merasa kebingungan, adanya Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 yang informasinya telah mencabut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014, yang merubah ekstra wajib menjadi pilihan di sekolah.
“Tetapi setelah ada klarifikasi ternyata ke-Pramuka-an di sekolah menjadi eskul wajib, ini artinya bahwa ke-Pramuka-an oleh pak Mentri Pendidikan supaya bisa mengembangkan, menguatkan, nilai Profil Pelajar Pancasila sehingga kegiatan tidak hanya berteori tapi kegiatan praktek dilapangan bagaimana profil Pelajar Pancasila dikuatkan melalui Pramuka,” jelasnya.
Menurutnya, Pramuka sangat layak ditumbuhkembangkan kembali supaya generasi muda ditahun emas tahun 2045 nanti betul – betul bisa menjadikan generasi yang memiliki daya saing yang tinggi, generasi yang berkarakter, generasi yang mempunyai potensi yang luar biasa, dalam membangun bangsa, negara, sehingga generasi nanti sampai kepemimpinan selanjutnya bisa membawa Indonesia lebih cemerlang lebih baik.
“Pesan saya supaya generasi muda harus lebih menggiatkan diri, inovasi, mengkreasikan kegiatan ke-Pramuka-an dilapangan jangan sampai membosankan karena sesuai arahan yaitu tumbuhkembangkan gerakan Pramuka dengan mengkreasi, menginovasi hal- hal yang baru sehingga memiliki daya tarik, memberi magnet bagi generasi lainya dalam rangka membangun moral anak bangsa,” pesanya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








