Pendidikan

Dua SD Negeri di Purworejo Alami Kerusakan, Dindikbud Siap Rehab Total di Tahun 2025 Mendatang

100
×

Dua SD Negeri di Purworejo Alami Kerusakan, Dindikbud Siap Rehab Total di Tahun 2025 Mendatang

Sebarkan artikel ini
Rapat dengar pendapat di ruang komisi IV DPRD Purworejo, pada Jumat (21/6/2024)
Rapat dengar pendapat di ruang komisi IV DPRD Purworejo, pada Jumat (21/6/2024)

PURWOREJO, purworejo24.com – SD Negeri Giyombong Kecamatan Bruno juga mengalami kasus yang sama seperti di SD Negeri Donorejo 2 Kecamatan Kaligesing. Kedua gedung SD Negeri tersebut mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan segera demi kelancaran pendidikan belajar mengajar di sekolah itu.

Satu lokal kelas yang ambrol itu di SDN Giyombong. Pemicunya juga sama,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Wasit Diono saat digelar Rapat Dengar Pendapat yang diadakan Komisi IV DPRD Purworejo, pada Jumat (21/6/2024).

Rapat Dengar Pendapat itu di hadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, beserta kabid juga Kepala SD Negeri Donorejo 2 Kecamatan Kaligesing dan Komisi IV DPRD Purworejo.

Menurut Wasit, permasalahan kelembaban lokasi menjadi pemicu utama. Kondisi ini menjadikan material kayu bangunan lebih cepat lapuk.

Bangunan sebenernya juga sudah direhab di tahun 2016 melalui sistem swakelola. Pembangunan melalui swakelola ini juga menjadi catatan tersendiri karena kita tidak bisa melakukan pengawasan secara optimal,” jelas Wasit Diono.

Pihaknya akan melakukan percepatan melalui anggaran perubahan di 2024 ini. Hanya saja tidak bisa dilakukan secara menyeluruh, dan hanya satu lokal kelas saja.

Kalau satu lokal kelas kan bisa melalui penunjukan langsung karena nilainya dibawah Rp 200 juta. Selanjutnya baru kita anggarkan di tahun berikutnya,” katanya.

Wakil Ketua Komisi IV Muhamad Abdullah mengaku bisa menerima upaya Dindikbud untuk menangani permasalahan ambrolnya atap ruang kelas di SD Negeri Donorejo 2 Kecamatan Kaligesing maupun SD Negeri Giyombong Kecamatan Bruno.

Pihaknya meminta agar pembangunan lokal kelas di tahun 2024 ini juga nanti bisa dilakukan sedemikian rupa untuk memudahkan kelanjutan pembangunan di tahun 2025.

Jadi saat nanti dibangun total tahun 2025 itu, bangunannya tetap bisa menyatu dan tidak menimbulkan masalah baru,” harapnya.

Abdullah juga meminta kepala sekolah untuk mempersiapkan diri menghadapi proses pembangunan tersebut. Sekolah harus mempersiapkan tempat sementara untuk proses kegiatan belajar mengajar siswa.

Kepala SD Negeri Donorejo 2, Sukarti mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap dinas maupun Komisi IV yang bergerak cepat memberikan perhatian terhadap kasus yang menimpa sekolah yang dipimpinnya.

Akibat adanya kejadian ini memang anak-anak merasa kurang nyaman karena menempati tempat yang kurang layak untuk belajar,” katanya.

Untuk sementara waktu, pihaknya telah memindahkan proses belajar siswa dimana siswa kelas 1 menempati perpustakaan, kelas 2 ditempatkan di ruang kelas 6 dan siswa kelas 3 mushola.

Kalau nanti pas rehab total, siswa kelas 3 dan 4 akan masuk pukul 10.00. Sementara yang lain masuk normal jam 07.00,” ujar Sukarti. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.