Pendidikan

Tak Lagi Jadi Ekstrakurikuler Wajib, SMP Negeri di Purworejo Tetap Akan Mengharuskan Siswanya Ikut Pramuka karena Penting

185
×

Tak Lagi Jadi Ekstrakurikuler Wajib, SMP Negeri di Purworejo Tetap Akan Mengharuskan Siswanya Ikut Pramuka karena Penting

Sebarkan artikel ini
Kepala SMP Negeri 4 Purworejo, Suswanto, S.Pd. dan Kepala SMP Negeri 1 Purworejo, Tuwuh Sutrisno, S.Pd.,MM.Pd.
Kepala SMP Negeri 4 Purworejo, Suswanto, S.Pd. dan Kepala SMP Negeri 1 Purworejo, Tuwuh Sutrisno, S.Pd.,MM.Pd.

PURWOREJO, purworejo24.com – SMP Negeri 1 Purworejo, Jawa Tengah, berkomitmen akan tetap melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan akan mengharuskan siswanya untuk ikut dalam kegiatan itu pada tahun ajaran baru mendatang, meskipun Pramuka telah ditetapkan oleh Mentri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim, menjadi ekstrakurikuler tidak wajib atau menjadi ekstra pilihan bagi siswa-siswi di sekolah baik SMP dan SMA.

Kebijakan baru itu tertuang dalam Peraturan Mendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah menempatkan Pramuka sebagai kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat peserta didik.

Pengharusan terhadap para siswa untuk ikut kegiatan itu dilakukan lantaran kegiatan itu dianggap penting dan banyak manfaat yang didapat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari- hari selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.

Untuk SMP Negeri 1 ini saya tidak dalam kapasitas menolak dan menerima tapi hanya sekedar mengomentari, jadi edaran pak Mentri itu tidak menghapus Pramuka tapi menjadikan Pramuka menjadi ekstrakurikuler pilihan. Karena dalam ekstra itu banyak nilai- nilai yang dikembangkan, nilai kedislipinan, tanggung jawab, kemudian kebersamaan, gotong royong, dan kemandirian, sehingga untuk SMP Negeri 1 saya rencanakan walaupun itu nanti menjadi pilihan tetapi anak- anak masih akan saya arahkan untuk memilih, jadi seperti wajib, kecuali kalau orang tuanya memang keberatan. Saya pingin nilai – nilai itu dikembangkan di SMP Negeri 1, ekstra lain seperti olahraga, seni, itu tidak ada nilai kedislipinan, tidak ada nilai kepemimpinan seperti di Pramuka, maka dari itu karena Pramuka mencakup luas atau banyak materinya tetep akan saya pertahankan di SMP Negeri 1 ini. Bahkan kalau nanti Pramuka itu dihapuskan, saya masih akan membentuk nama lain tapi masih tetap dalam bingkai materi Pramuka,” kata Kepala SMP Negeri 1 Purworejo, Tuwuh Sutrisno, S.Pd.,MM.Pd, kepada purworejo24.com, pada Kamis (18/4/2024).

Memang harus diakui, lanjutnya, bahwa materi Pramuka saat ini sudah banyak yang ketinggalan dan tidak sesuai dengan kondisi sekarang, oleh karena itu, pihaknya akan mengumpulkan para Pembina Pramuka untuk membuat materi tentang ke-Pramuka- an selama satu tahun kedepan.

Yang sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang akan saya coret, akan saya tambahkan dengan materi- materi baru, disesuaikan dengan kondisi saat ini. Jadi materi yang sudah ketinggalan, yang sudah lama diperbaharui dan diupdate dengan kurikulum ke-Pramuka-an di SMP Negeri 1 Purworejo ini. Karena Pramuka itu sangat penting kalau menurut pendapat saya,” jelasnya.

Disebutkan, ada sekitar 16 ekstrakuriluer, yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Purworejo, dan ekstra wajib hanya Pramuka.

Dan besok akan saya pertahankan Pramuka itu menjadi seperti wajib walaupun tidak wajib akan saya arahkan anak- anak untuk memilih Pramuka, kecuali yang memang orang tuanya keberatan,” tegasnya.

Diungkapkan, Surat Edaran terkait kebijakan ekstrakurikuler Pramuka telah diterbitkan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo sudah membuat surat edaran bahwa Pramuka itu tidak dihapus, namun menjadi ekstrakurikuler pilihan.

Dan sekolah boleh mengarahkan, Ayo Milih Pramuka, karena Pramuka itu keunggulanya ini, ini, ini…. kan boleh juga. Namanya anak memilih tapi diarahkan. Kadang anak memilih karena tidak tahu materinya itu apa, sehingga anak diberitahu ini lo materi Pramuka, materinya seperti ini, keuntungan ikut Pramuka seperti ini, sehingga anak- anak itu harapan saya semua memilih Pramuka,” ujarnya.

Tuwuh berharap kedepan lewat Pramuka itu siswa- siswi SMP Negeri 1 Purworejo akan terbentuk kedisplinan yang baik, rasa tanggung jawab yang tinggi, kejujuran yang tinggi, kerjasama yang baik, dan tertanam dalam jiwa sikap kemandirian yang saat ini dikembangkan oleh pemerintah terhadap anak – anak di SMP Negeri 1 Purworejo.

Kalaupun memang tidak boleh ada kemah, saya memang tidak harus ada kemah, evaluasi kan tidak harus lewat kemah, lewat latihan- latihan Pramuka juga bisa, bagaimana anak kerjasama, bagaimana tanggungjawabnya, bagaimana kedislipinanya, bisa dinilai melalui hal itu dan tidak harus melalui kemah, tapi Pramuka tetap ada,” terangnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala SMP Negeri 4 Purworejo, Suswanto, S.Pd. Dirinya menyampaikan kegiatan Pramuka masih akan tetap dilanjutkan ditahun ajaran baru mendatang, meskipun telah menjadi ekstrakurikuler tidak wajib bagi siswa.

Kalau kita dalam hal- hal yang baik tetep kita lanjutkan, hal baik itu bukan untuk kita hilangkan tetapi bagi saya sesuatu hal yang baik untuk ditingkatkan. Masalah itu menjadi tidak wajib ya bagaimana nanti kita menyampaikan dan mensiasati hal itu, dan pada prinsipnya untuk kegiatan ekstrakurikuler Pramuka memang sangat bermanfaat bagi sekolah utamanya dalam hal pembentukan karakter anak, kegiatan Pramuka itu sangat luar biasa, di ektrakurikuler itulah banyak hal yang bisa didapatkan, mulai dari kedisplinanya, musyawarahnya, sampai kemandirianya, kreatifitasnya juga bisa muncul dalam kegiatan Pramuka, dan termasuk secara psikologis mental anak, percaya dirinya juga bisa ditumbuhkan dan dilatih saat ikut di Pramuka, sosialnya juga dilatih, artinya semua aspek kehidupan masuk dalam kegiatan Pramuka,” kata Suswanto, saat ditemui dikantornya.

Ekstrakurikuler Pramuka, lanjutnya, tetap akan dilaksanakan di SMP Negeri 4 Purworejo sesuai dengan tuntutan kurikulum yang ada dan melihat potensi serta sumber daya yang ada di sekolah.

Tinggal mencari solusinya nanti seperti apa tetap kita lanjutkan, namun dengan melihat sumber daya yang ada. Dan saya yakin, memiliki sebuah keyakinan misalnya ekstrakurikuler Pramuka itu tidak wajibpun saya yakin pesertanya masih banyak dan kita berusaha juga untuk menggali potensi- potensi yang ada, semuanya, tinggal potensinya, bila ada ya kita tetap jalan,” ujarnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.