PURWOREJO, purworejo24.com – Di masa reses persidangan 1 tahun 2024, Wakil Ketua DPRD Purworejo, yang juga sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Purworejo, Yophi Prabowo, bertemu dengan puluhan mahasiswa penerima Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) yang berkuliyah serta berdomisili di Kabupaten Purworejo.
Acara yang dihadiri sekitar 72 mahasiswa yang juga diisi dengan halal bihalal itu digelar di gedung Graha Siola Dargo Purworejo, pada Selasa (23/4/2024) malam.
Yophi Prabowo mengatakan, Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah yang digulirkan melalui Demokrat sudah teralokasikan sejak 5 tahun terakhir ini. Untuk PIP, baik bagi siswa SD, SLTP, SMA/ K, tiap tahun dialokasikan kepada 10.000 siswa dari keluarga kurang mampu.
Sedangkan untuk KIP Kuliah tercatat untuk tahun 2022 sudah tersalur sebanyak 240 fasilitas beasiswa untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Kami berkomitmen akan memberikan sumbangsih dengan mengawal penyaluran Program Aspirasi Anggota DPR RI untuķ PIP tingkat SD, SLTP dan SMA/ SMK,” kata Yophi.
Yophi berharap pemuda selaku generasi penerus bangsa jangan antipati terhadap politik, karena melalui jalur politik cita- cita mereka, ide- ide dan gagasan dari para pemuda akan bisa diwujudkan dalam bentuk program yang akan dibawa melalui eksekutif maupun legislatif.
“Kenapa yang diundang dari anak- anak kuliyah karena Demokrat selaku penyalur aspirasi KIP kuliyah yang notabene kuliyah gratis sampai wisuda ini merasa punya tanggung jawab moral tidak hanya menyalurkan mereka untuk masuk kuliyah melalui program KIP tapi juga punya tanggung jawab moral untuk terus mengawal agar IPK mereka disetiap semester minimal 3, dan nantinya akan wisuda atau lulus tepat waktu dengan hasil yang memuaskan,” ujarnya.
Yophi berpesan dan meminta kepada generasi muda yang hadir untuk ikut berkontribusi dalam membangun daerah khususnya di Kabupaten Purworejo melalui berbagai bidang sesuai dengan keahlianya masing- masing.
Yophi juga berkomitmen kedepan akan menuntaskan berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, khisusnya kalangan muda. Yophi ingin bagaimana kabupaten Purworejo kedepan bisa menbuka lapangan pekerjaan seluas luasnya, karena tingkat pengangguran di Kabupaten Purworejo masih cukup tinggi yaitu diatas 4 persen dan tingkat kemiskinan juga masih dikisaran angka 11 persen.
“Oleh karena itu kalau investasi bisa masuk nanti tentunya akan berefek kepada penyerapan lapangan kerja dan juga penurunan kemiskinan,” jelasnya.
Mengenai investasi, Yophi mempunyai harapan bahwa jika ada investor yang ingin masuk ke Purwoeejo pemerintah daerah seharusnya bisa langsung menyambut baik itu, segala perijinan yang berpeluang untuk teralisasi itu diharapkan dipermudah proses ijinya, tidak terbelit- belit dan bertele- tele. Dan beliau juga mengharapkan tidak ada pungli atau tidak ada pungutan yang tidak sesuai aturan mengenai perijinan.
“Pesan kepada penerima KIP kuliyah di Purworejo untuk terus semangat menggapai cita – cita nya bahwa keterbatasan pembiayaan yang disandang sekarang sudah bukan menjadi halangan untuk meraih pendidikan yang tinggi. Semoga melalui KIP kuliyah ini bisa merubah masa depan mereka menjadi lebih cerah sehingga mampu membanggakan para orang tuanya, dan kelak saat lulus nanti, para mahasiswa bisa memberikan kontribusi nyata untuk bangsa dan negara,” pesannya.
Salah satu mahasiswa penerima KIP asal Bagelen, Susan, menyampaikan bahwa kedepan Purworejo diharapkan bisa membuka lapangan kerja bagi putra putri daerah Purworejo, karena mereka merasa bahwa lapangan pekerjaan semakin sulit kedepanya.
“Dan mayoritas lulusan baik SMA maupun sarjana akan pergi keluar daerah, dengan dasar itu mereka mengharapkan pengadaan lapangan kerja menjadi prioritas pemimpin di Purworejo yang akan datang,” harapnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








