PURWODADI, purworejo24.com – Sebuah sumur bor di area persawahan Blok I Desa Nampu, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah, mengeluarkan gaz alam dan bisa menyala api. Api itu menyala cukup besar hingga mencapai ketinggian sampai kurang lebih 1 meter.
Sontak kabar keluarnya gas alam dan sumur yang bisa menyala api itu membuat warga desa menjadi gempar. Mereka berdatangan ingin melihat secara langsung sumur bor yang bisa keluar gas alam hingga bisa menyala api.
Pemilik sekaligus penggarap sawah yang juga sebagai ketua RT 2 RW 1 Desa Nampu, Parmono, mengatakan, sumur bor itu dibuat olehnya pada hari Minggu (6/8/2023). Rencananya sumur itu dibuat dengan kedalaman 16 meter guna mengairi dua petak sawah yang ditanami bibit tanaman pagi pada musim tanam ketiga.
Lokasi persawahan itu sudah ada aliran irigasi, namun lantaran musim kemarau, irigasi tidak dialiri air, maka untuk memenuhi kebutuhan air, warga membuat sumur bor guna mengairi sawahnya.
“Jadi kami untuk musim tanam ketiga tahun ini tidak ada trouble air, ya dengan menbuat sumur bor, kalau buat sumur hampir semua warga di sawah membuat sumur,” katanya, saat ditemui di lokasi.
Diungkapkan, sumur bor itu dibuat olehnya guna mengairi dua petak sawah milik dirinya dan saudaranya yang ditanami padi pada musim kemarau ini. Sumur dibuat pada Minggu sore hingga malam hari.
“Tadi malam itu yang keluar bukan apinya, masih air nyembur keatas dengan ketinggian kurang lebih 2 meter, tapi tadi pagi tiba-tiba air mati, dan ternyata sudah nyala ada api,,” ungkapnya.
Disampaikan, ada ratusan sumur bor yang bikin oleh warga, namun baru kali ada sumur keluar gas dan bisa menyala api di daerah itu.
“Semalam jam setengah 11-an itu muncul airnya. Wong saya mau mompa, mau garap sawah ini malah sumur keluar apinya, saya tahu ya sudah pagi, sekitar jam 6 pagi, dan apinya cukup besar hingga mencapai ketinggian 1 meter lebih,” jelasnya.
Menurutnya, Desa Nampu tidak ada riwayat masuk menjadi salah satu desa yang dilewati oleh pipa pertamina. Pipa pertamina melewati tepi jalan raya Purwodadi-Bubutan yang jauhnya masih 3 km dari Desa Nampu.
“Kalau untuk lntasan pipa pertamina jauh, ada 3 km di arah utara,” sebutnya.
Sementara itu, Kades Nampu, Ramlan, mengatakan, kabar adanya sumur bor yang bisa menyala api, telah tersebar hingga kemana- mana. Tak hanya warga yang datang ingin melihat, pihak pemerintah Kecamatan Purwodadi, Polsek dan Koramil Purwodadi juga telah mendengar kabar itu dan telah datang meninjau lokasi itu.
Guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, petugas Polsek Purwodadi juga telah memberikan garis polisi di lokasi sumur agar tidak membahayakan bagi warga yang datang ingin melihatnya.
“Kalau dari desa itu semalam ada laporan dari warga, sumur bisa keluar sendiri airnya, mau dinaikkan apa gimana tapi keluar air. Tapi setelah pagi air berhenti terus dijajal pakai korek ternyata nyala api. Kalau pagi ya ada setengah meter lah api menyala, dan api itu tidak padam hingga siang sore ini, mesti tertiup angin cukup kencang. Ini kejadian baru pertama kali di Desa Nampu,” kata Kades.
Diakui, pihanya juga telah mendampingi petugas dari ESDM dan petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, guna mengecek dan meninjau langsung sumur bor yang bisa menyala api itu.
“Yang dari ESDM sudah datang, cuma meninjau, mendokumentasikan, terkait sumur yang keluar api itu, rencana besok pagi mau ada tindak lanjutnya, dengan melapor ke propinsi,” ungkapnya.
Pihaknya bersama warga mengaku belum mengetahui tindakan selanjutnya, dan masih akan menunggu hasil penelitian dari petugas ESDM propinsi Jawa Tengah, yang rencana akan datang pada esok hari.
“Tadi juga mengatakan, gaz itu bisa membahayakan bagi warga, makanya boleh melihat tapi tidak boleh dekat-dekat,” ujarnya.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







