KesehatanPertanianpeternakan

Sapi di Desa Karangmulyo Diduga Terserang Penyakit LSDV, Warga Rugi Jutaan Rupiah

123
×

Sapi di Desa Karangmulyo Diduga Terserang Penyakit LSDV, Warga Rugi Jutaan Rupiah

Sebarkan artikel ini
Salah satu sapi mili kwarga Desa Karangmulyo, Purwodadi Purworejo yang diduga terkena penyakit cacar kulit infeksius Lumpy Skin Disease Virus (LSDV)
Salah satu sapi mili kwarga Desa Karangmulyo, Purwodadi Purworejo yang diduga terkena penyakit cacar kulit infeksius Lumpy Skin Disease Virus (LSDV)

PURWODADI, purworejo24.com – Sejumlah sapi peliharaan milik warga di Desa Karangmulyo, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah, terserang penyakit mirip seperti penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Sejumlah sapi bahkan mengalami kelumpuhan dan terpaksa dijual oleh warga dengan harga yang sangat murah sehingga mengakibatkan kerugian jutaan rupiah bagi pemilik sapi. Sapi-sapi tersebut diduga terkena penyakit cacar kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV), dimana para sapi itu mengalami benjolan-benjolan di sekujur tubuh. Penyakit LSD dikabarkan telah merebak di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Menurut sejumlah peternak sapi, penyakit ini muncul setelah adanya penyakit PMK.

“Penyakit itu muncul sejak dua minggu terakhir ini. Makin lama makin banyak yang sakit. Penularannya dari gigitan serangga, nyamuk, lalat yang gede, dan caplak. Akibatnya kulit sapi jadi mrenthul-mrenthul (berbenjol),” ungkap pemilik sapi Desa Karangmulyo, Darman, bersama ketua RT 1 RW 1, Heriyanto, saat ditemui di rumahnya, pada Selasa 17 Januari 2023.

Warga mengaku, semenjak warga memelihara sapi, baru kali ini mengetahui keberadaan penyakit. Warga juga merasa aneh karena penyakit itu muncul setelah wabah PMK menghilang.

“Saya juga baru tau kali ini, karena baru saat ini penyakit itu ada,” katanya.

Pemilik sapi di desa itu telah berupaya melakukan mengatasi penyakit itu dengan mendatangkan mantri hewan terdekat yang biasa dimintai tolong oleh warga jika ada sapi yang mengalami sakit.

“Sudah ada sekitar tiga sapi yang sakit hingga lumpuh, karena takut akhirnya sapi yang sakit itu dijual dengan harga yang sangat murah, sapi yang seharusnya bisa dijual dengan harga 15 juta hanya bisa dihargai 2-3 juta. Jadinya rugi,” jelasnya.

Sekdes Karangmulyo,Tufiantoro, menambahkan, pemerintah desa telah mendapati laporan dari para pemilik sapi terkait serangan penyakit itu. Mendapati laporan itu pihaknya juga telah melaporkan ke dinas yang menangani.

“Kalau secara jumlah populasi ada sekitar 80an sapi yang dipelihara oleh warga Desa Karangmulyo, karena sapi merupakan komoditas yang dimiliki oleh warga di desa ini, selain kambing, dan bertani,” katanya.

Disampaikan, menurut kabar yang beredar, atau informasi yang didapat dari mantri hewan yang langganan datang di Desa Karangmulyo, penyakit itu juga telah ada dan mewabah di sejumlah desa lain, seperti di Desa Cengkawak, dan desa lain yang memiliki populasi sapi cukup banyak.

“Berharap ada perhatian dari dinas terkait untuk membantu mengatasi penyakit sapi ini, selain memberikan bantuan pengobatan juga membantu pencegahan agar sapi yang sehat tidak tertular dengan penyakit itu,” harapnya.(P24/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.