PURWOREJO, purworejo24.com – penyakit kusta atau lepra adalah penyakit infeksi bakteri atau kuman kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan. Kusta atau biasanya dikenal dengan penyakit lepra bisa disembuhkan jika terdeteksi sejak dini.
Hal itu dijelaskan oleh Widiastuti, Subkor Pelayanan dan Pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo pada Rabu (28 Desember 2022). Ia menyebut, penyakit kusta mempunyai beberapa karakteristik pada penderitanya.
Kusta atau lepra dapat ditandai dengan lemah atau mati rasa di tungkai dan kaki, kemudian diikuti dengan timbulnya lesi di kulit. Widiastuti mengatakan, berdasarkan klasifikasinya kusta atau lepra dibagi menjadi dua tipe yaitu pausibasiler (PB) dan multibasiler (MB).
“Yang paling jelas bisa dilihat adalah adanya bercak putih pada kulit atau seperti Panu,” kata Widi pada Rabu 28 Desember 2022.
Widi mengatakan, Tipe PB disebut juga dengan kusta kering karena membuat kulit penderita kering dan bersisik, akibat tidak berkeringat. Pada jenis kusta jenis ini, jumlah bakteri Mycobacterium leprae yang menyebabkan kusta pada bisa terbilang sedikit, bahkan pada beberapa kasus sangat sulit ditemukan sehingga dianggap tidak menular.
Sementara itu untuk tipe MB merupakan kusta basah, karena bentuk kelainan kulit tampak merah mengkilat seperti basah. Pada kusta jenis ini, ditemukan banyak bakteri Mycobacterium leprae pada kulit sehingga bisa menular.
“Kalau sudah tingkat yang parah, jari-jari bisa kithing (bengkok), kaku, dan bisa terjadi mutilasi,” kata dia
Dikatakan widiastuti kusta butuh waktu lama untuk disembuhkan, mulai dari 6 bulan, 12 bulan bahkan lebih, untuk mengobatinya. Pengobatan yang memakan waktu lama tersebut karena bakteri yang menyebabkan kusta atau Mycobacterium leprae butuh waktu lama untuk membelah dirinya yaitu antara 2-3 minggu.
“Untuk kusta yang masih dalam taraf ringan bisa disembuhkan dengan pengobatan selama 6 bulan rutin, untuk yang berat biasanya 12 bulan. Dalam pengobatan kusta, dokter biasanya mencarikan pendamping agar pasien kusta bisa minum obat secara rutin,” kata dia.
Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir, menurut Communications Officer NLR Indonesia Paulan Aji kusta dapat menular jika ada kontak lebih dari 20 jam. Dibawah itu, kemungkinan kusta dapat menular sangat kecil.
Paulan menambahkan, saat ini NLR (lembaga yang berfokus menangani kusta) sedang melakukan 3 progam untuk mencapai Indonesia bebas kusta. 3 progam itu adalah Nihil transmisi, Nihil Disabilitas dan Nihil Eksklusi.
“Lebih dari 50 tahun kita bekerja untuk pencegahan dan pengendalian kusta serta menciptakan lingkungan yang inklusif bagi OYPMK,” kata dia. (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








