PURWOREJO, purworejo24.com – Seribuan massa terdiri atas Kepala Desa dan perangkat desa serta warga calon penerima bantuan perbaikan RTLH tahun 2022 di Kabupaten Purworejo, menggelar aksi demo damai di depan kantor Bupati Purworejo, pada Senin 28 Oktober 2022. Kehadiran ratusan Kades dan perangkat desa tampak menyolok dengan seragam yang mereka pakai.
Kedatangan mereka di depan kantor bupati itu guna meminta kepada Pemkab Purworejo untuk segera mencairkan dana bantuan perbaikan RTLH tahun 2022 yang dibatalkan oleh Dinas Perkimtam Purworejo.
Mereka menggelar aksi dengan diawali konvoi bersama dari halaman GOR Sarwo Edhi Wibowo, dengan menggunakan armada truk dan kendaraan roda dua serta kendaraan pribadi.
Kedatangan mereka yang juga berkeinginan untuk bertemu dengan Bupati Purworejo Agus Bastian gagal dilakukan, lantaran bupati masih melaksanakan tugas dinas luar yaitu rapat di Semarang. Mereka pun menjadi kecewa dan melampiaskan kecewaan dengan berorasi.
Orasi dilakukan secara bergantian yang dilakukan oleh Korlap Aksi, Agung YP, Ketua Polosoro Kabupaten Purworejo, Suwarto, Ketua PPDI Purworejo, Erwan Wiryodilogo, ketua paguyuban BPD Purworejo, dan beberapa perwakilan kepala desa.
Setelah beberapa saat menggelar orasi, pendemo kemudian ditemui oleh Wakil Bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti bersama Sekda Purworejo, Said Ramadhan dan sejumlah pejabat dinas.
Wabup pun langsung membacakan pesan atau amanat Bupati, bila bupati memberikan kesempatan untuk bertemu dengan pendemo pada Selasa besok sekitar pukul 15.00 WIB.
Lantaran tak bisa bertemu dengan bupati, akhirnya pendemo membubarkan diri dan akan kembali menemui bupati pada Selasa 29 November 2022 esok.
Korlap aksi demo yang juga menjabat Kades Kalimiru Kecamatan Bayan, Agung YP, saat ditemui mengatakan, aksi demo itu diikuti oleh kepala desa dan perangkat desa dari 469 desa di Kabupaten Purworejo dan warga calon penerima bantuan perbaikan RTLH tahun 2022 dari 38 desa dan 3 kelurahan.
“Aksi hari ini kita menuntut kepada Bupati Purworejo untuk segera mencairkan bansos RTLH tahun 2022,” jelasnya.
Dikatakan, sesuai dengan pesan wabup Yuli Hastuti, pihaknya masih akan kembali menemui bupati pada Selasa esok. Namun jika dalam pertemuan dengan bupati tetap tidak mendapatkan hasil, pihaknya mengancam akan menggelar aksi lebih besar lagi dengan membawa masa yang lebih banyak lagi.
“Kalau besok bupati belum bisa memberikan solusi terkait RTLH ini maka kami pastikan kantor bupati akan diduduki oleh masyarakat miskin di Kabupaten Purworejo,” tegasnya.
Turut hadir menemani aksi dan orasi, Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setyabudi bersama sejumlah anggota DPRD Purworejo lainya.
Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setyabudi mengatakan, dirinya hadir bersama anggota DPRD lain juga sebagai pendemo yang menuntut pencairan RTLH sebagai hak masyarakat penerima.
“Tidak benar jika pembatalan itu atas seizin DPRD, karena kami sudah menyetujui untuk dianggarkan dan dicairkan tahun ini, anggaran sudah ada dan clear,” kata Dion.
Dion menegaskan jika dirinya akan tetap bersama warga untuk memperjuangkan hak masyarakat penerima RTLH.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








