Bedah Rumah Penyandang Disabilitas, Personel Polsek Banyuurip Dikerahkan

oleh -
Kapolsek Banyuurip, AKP Benny Murtopo SH, menyerahkan bantuan material berupa sejumlah sak semen kepada Sudiyanto, suami Ngadirah, penyandang disabilitas pada Selasa 13 September 2022.
Kapolsek Banyuurip, AKP Benny Murtopo SH, menyerahkan bantuan material berupa sejumlah sak semen kepada Sudiyanto, suami Ngadirah, penyandang disabilitas pada Selasa 13 September 2022.

PURWOREJO,purworejo24.com – Berbagai elemen masyarakat memberikan perhatian terhadap keluarga Ngadirah, penyadang disabilitas yang berdomisili di wilayah RT 1 RW 2 Desa Pakisrejo Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Mereka bergotong-royong melakukan bedah rumah dengan beragam jenis bantuan.

Jajaran Polsek Banyuurip tidak ketinggalan. Sebanyak 10 personel dikershksn untuk mengerjakan pembangunan rumah Ngadirah yang kondisinya sudah tidak layak huni. Kapolsek Banyuurip, AKP Benny Murtopo SH, juga turun langsung untuk menyerahkan bantuan material berupa sejumlah sak semen yang diterima oleh Sudiyanto, suami Ngadirah, pada Selasa 13 September 2022.

Hadir Camat Banyuurip, Siswantoro Dwi Nugroho STP MM, Danramil Banyuurip yang diwakili Babinsa setempat, serta Kepala Desa Pakisrejo, Ismail Budi Hartono.

“Hari ini bedah rumah tak layak huni ini dimulai. Target dalam sepekan selesai,” kata Benny.

Disebutkan, bedah rumah diinisiasi oleh kelompok difabel karena salah satu anggotanya membutuhkan bantuan.

Selain swadaya kelompok, pelaksanaan bedah rumah mendapat dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari Pemerintah Kecamatan Banyuurip, Polsek, Koramil, Pemerintah Desa Pakisrejo, komunitas sosial SYD (Santunan Yatim Dhuafa), S3 (Sedekah Seribu Sehari), DPO (Difable Person Organization), hingga warga sekitar.

“Sebelumnya pada bulan Agustus telah diadakan pertemuan berbagai pihak untuk membahas rencana bedah rumah milik Ibu Ngadirah yang saat itu kondisinya sudah rusak bagian atap, tidak ada jendela, hanya ada 1 pintu keluar masuk, dan tidak layak huni,” sebutnya.

Selain Ngadirah dan suami, rumah seluas 4x 13 meter tersebut juga dihuni kedua anaknya yang masih kecil. Jika tidak direhab, kondisinya sangat memprihatinkan mengingat rumah berdinding tembok batu bata dan berlantai semen itu tanpa sekat kamar karena merupakan bekas dapur.

“Selama bedah rumah berlangsung dari Polsek Banyuurip setiap harinya akan mengirim personelnya untuk membantu,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peran serta Polsek Banyuurip dalam bedah rumah ini sejalan dengan program Kapolri, yakni Polri Presisi, dekat dan sahabat masyarakat. Jika ada masyarakat membutuhkan bantuan, baik material maupun tenaga, Polsek siap untuk membantu.

“Harapannya, dengan adanya program seperti ini, Polri bisa dekat dengan masyarakat, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang saat ini sedang turun, bisa kembali lagi, bahwa Polri itu betul-betul dekat dengan masyarakat, dengan melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat,” pungkas AKP Benny.(P24/Wid)