PendidikanPolitikReligiSosial

Ganjar Pranowo Datangi Majelis Toriqoh Yang Sudah Berjalan Rutin Digelar Selama 140 Tahun

130
×

Ganjar Pranowo Datangi Majelis Toriqoh Yang Sudah Berjalan Rutin Digelar Selama 140 Tahun

Sebarkan artikel ini

PURWOREJO, purworejo24.com – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkunjung ke sebuah Majelis Thariqot yang sudah rutin digelar lebih dari 140 tahun di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo Jawa Tengah.

Kedatangan Ganjar ke Ponpes An-Nawawi untuk bersilaturahmi dengan pengasuh Ponpes An-Nawawi sekaligus Mursyid (guru besar) Thariqot Qadiriyah wa Naqsabandiyah KH Achmad Chalwani Nawawi.

KH Achmad Chalwani Nawawi menjelaskan, kedatangan Ganjar berbarengan dengan Majelis pengajian Sewelasan Thariqot Qadiriyah wa Naqsabandiyah yang sudah rutin digelar sejak zaman kakek buyutnya yakni KH Zarkasy.

“Permisi Pak Ganjar, acara ini sudah rutin setiap bulan, acara ini juga sudah berjalan dari zaman kakek buyut saya KH Zarkasy, sudah di atas 140 tahun lebih,” katanya saat menerima kunjungan Ganjar Pranowo di Masjid Shidieq Zarkasyi.

Kedatangan orang nomor 1 di Jateng ini disambut ribuan santri dan pengikut Thariqot Qadiriyah wa Naqsabandiyah, di Pondok Pesantren An-Nawawi Purworejo.

Kyai kharismatik Jawa Tengah ini juga mengungkap bahwa mertua Ganjar Pranowo yang bernama Riyadi, juga pernah datang ke Ponpes An-Nawawi Berjan Purworejo. Tidak hanya itu mertua Ganjar bahkan menginap di Berjan.

“Kapan Pak, kamu (Ganjar) menginap di sini?,” tanya Kyai Chalwani disambut gelak tawa para santri dan pengikut Thariqot yang hadir.

Kyai Achmad Chalwani menjelaskan pengajian Sewelasan yang diikuti ribuan pengikut Thariqot Qadiriyah wa Naqsabandiyah ini diisi dengan pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir al Jaelani, zikir dan shalawat kepada nabi Muhammad SAW.

Ganjar yang mengenakan batik lengan panjang dan berpecis dengan ramah menyapa santri dan para pengikut Thariqot. Beberapa di antara mereka, jug atak ketinggalan diajak foto bersama.

“Saya dari Jambi pak, saya Bengkulu pak, saya dari Kalimantan pak,” ujar para santri sambil menyalami Ganjar.

Dalam kesempatan itu, KH Achmad Chalwani Nawawi menghadiahi Ganjar satu lagu khusus. Lagu yang biasanya dinyanyikan untuk menggambarkan kecintaan dan kerinduan pada Nabi Muhammad SAW. Lagu berjudul yang berjudul “Ya Asyiqol Musthofa” dibawakan langsung oleh KH Achmad Chalwani Nawawi dan dipersembahkan khusus untuk Ganjar.

Sementara itu, Ganjar Pranowo mengapresiasi pelestarian tradisi Majelis Sewelasan Thariqot yang sudah berjalan ratusan tahun itu. Menurutnya, tradisi itu bisa menjadi wadah masyarakat berkumpul dan belajar agama bersama.

“Ini luar biasa, pak Kiai Chalwani Nawawi ini sudah generasi keempat yang meneruskan tradisi dari mbah buyut. Sudah di atas 150 tahun tradisi Sewelasan ini dilakukan dan yang luar biasa jamaahnya datang dari seluruh Indonesia,” katanya.

Ganjar juga menanggapi tentang mertua nya yang sudah pernah menginap di Ponpes An-Nawawi itu. Ganjar menyebut jika diijinkan ia juga akan menginap di Ponpes An-Nawawi Berjan Purworejo untuk ke depannya.

“Alhamdulillah saya senang sekali semoga silaturahmi kita ini membawa berkah, suasana seperti ini yang memang saya rindukan,” katanya.

Menurut Ganjar, kegiatan seperti ini lebih bagus tidak hanya mengaji saja, namun selain dibekali ilmu agama, jemaah juga harus diberikan ilmu pengetahuan modern.

“Jadi spiritualnya dapat, pengetahuan modern dapat, sekaligus juga hubungan sosial kemasyarakatan juga diberikan,” tuturnya.(P24/Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.