Jadi Garda Depan, IBI Minta Pemerintah Angkat 5.114 Bidan Honorer Se-Jateng jadi PNS

oleh -
Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggelar peringatan Hari Ulang Tahun IBI ke- 71 dan rapat kerja cabang IBI Kabupaten Purworejo, di hotel Plaza Purworejo, pada Jumat tanggal 17 Juni 2022.
Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggelar peringatan Hari Ulang Tahun IBI ke- 71 dan rapat kerja cabang IBI Kabupaten Purworejo, di hotel Plaza Purworejo, pada Jumat tanggal 17 Juni 2022.

PURWOREJO, purworejo24.com – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggelar peringatan Hari Ulang Tahun IBI ke- 71 dan rapat kerja cabang IBI Kabupaten Purworejo, di hotel Plaza Purworejo, pada Jumat 17 Juni 2022.

Peringatan dan rapat kerja dengan mengambil tema perjalanan panjang profesi bidan mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia maju itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, yang ditandai dengan ketok palu dan pemotongan tumpeng.

Acara itu dihadiri oleh ketua IBI Propinsi Jawa Tengah, Hj Sumarsih S.ST, MHum, kepala Dinas Kesehatan Purworejo, dr Sudarmi, pengrus cabang IBI Purworejo, ketua IDI Purworejo, ketua PPNI Purworejo, ketua Persagi, ketua organisasi profesi dan seluruh ketua ranting IBI se Purworejo. Acara menjadi meriah dengan penampilan Tari Mangastuti dari sanggar Tari Prigel.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan, Emy Lestari S.Tr.Keb. mengatakan, kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT IBI ke-71 Cabang IBI Kabupaten Purworejo, IBI yang lahir pada tanggal 24 Juni 1951 saat ini telah membawa IBI Cabang Purworejo tumbuh subur dengan pesat dengan memiliki 7 Ranting, yaitu Purwodadi, Kutoarjo, RSUD Tjitrowardojo, Purworejo II, Purworejo I, Kemiri dan Loano.

“Dengan mengusung tema perjalanan panjang profesi Bidan mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia maju, peringatan IBI ke- 71 diperingati berbarengan dengan perayaan 100 tahun keberadaan International Confederation of Midwife (ICM) dan hari bidan sedunia (International Day of The Midwife) serta keikut sertaan IBI menyemarakkan pekan imunisasi dunia/PID tahun 2022,” katanya.

Dalam peringatan IBI ke-71 itu, lanjutnya, juga telah dilaksanakan sejumlah kegiatan lain, diantaranya kegiatan bakti sosial berupa pelayanan khusus pelayanan imunisasi rutin serempak di seluruh Indonesia dalam rangka pekan imunisasi dunia mulai tanggal 11-18 April 2022, pelayanan KB MKJap secara serenlak/bangga kencana dan kurun waktu pelaksanaan rutin 1-30 Mei 2022 dan pelaksanaan serempak tanggal 11 Juni 2022 dengan prioritas pelayanan adalah PMB.

“Lalu anjangsana ke sesepuh IBI, tabur bunga ke sesepuh IBI yang telah wafat dan puncaknya adalah peringatan berupa raker cabang IBI Kabupaten Purworejo,” sebutnya.

Ketua IBI Cabang Purworejo, Marjiyah, S.K.M., M.M., mengatakan, peringatan ulang tahun IBI ke -71 dinilai telah memberikan umur cukup bagi IBI. Dirinya berharap dengan usia itu bisa lebih mendorong bidan- bidan lebih kratif dan memberikan pelayanan lebih profesional lagi.

“Tugas kami adalah membantu pemerintah menurunkan angka kematian ibu dan anak dan menurunkan stunting. Harapannya sesuai UUD no 4 tahun 2019 semua bidan sudah bisa sesuai profesi,” katanya.

Disebutkan, anggota IBI di Kabupaten Purworejo saat ini ada sekitar 791 anggota namun yang aktif ada sekitar 765 yang tersebar di tujuh ranting yang bekerja baik di pemerintah maupun di swasta dan juga praktek mandiri. Adapun yang masih honorer ada sebanyak 179 tenaga bidan yang saat ini sudah masuk daftar dan mengantongi SK.

“Harapan kami tahun 2023 nanti semua bisa diangkat menjadi ASN, PNS maupun PPPK,” harapnya.

Sementara itu, Ketua IBI Propinsi Jawa Tengah, Hj. Sumarsih, S.ST, M.Hum., mengatakan, diulang tahun ke -71, IBI sudah dianggap dewasa dan yang diperlukan IBI saat ini adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia.

“Bidan-bidan sekarang diatur dalam undang-undang no 4 tahun 2019 di mana praktek mandiri bidan yang tadinya bisa dilaksanakan dengan terapan lulusan D3 dan vokasi, nantinya pada tahun 2026 harus sudah berpendidikan profesi.

Oleh karena itu peran bidan-bidan yang akan praktek mandiri sudah mulai mengikuti pendidikan profesi, Purworejo sendiri sudah banyak dalam rangka praktek mandiri bidan yang sudah mengikuti pendidikan profesi,” katanya.

Disebutkan, bidan di Jawa Tengah ada sekitar 33.400 dan dari itu ada 5.114 masih menjadi tenaga honorer.

“Perlu diketahui di masa pandemi kami melihat bidan- bidan ini bekerja sangat luar biasa bahkan sampai ada yang 24 jam, nah itu perjuangan bidan sebagai garda terdepan, oleh karena itu kami sudah meminta kepada pemerintah untuk memberikan reward untuk teman- teman kita yang honorer, apalagi mereka ada yang sudah lebih dari 10 tahun untuk meningkatkan kesejahteraanya.

Yang saya bangga dari teman- teman itu tidak ada yang mengeluh, semua dikerjakan, itulah yang membuat saya tergerak supaya bidan honorer ini busa diangkat menjadi PNS/ ASN atau PPPK,” jelasnya. (P24/Wid)

Tinggalkan Balasan