EkonomiRamadhanSeni BudayaSosialWisata

Beli Takjil dengan Sampah, Pasar Uwuh Ajak Masyarakat Ramah Lingkungan

97
×

Beli Takjil dengan Sampah, Pasar Uwuh Ajak Masyarakat Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Seorang pembeli menukarkan koin dengan makanan takjl di pasar uwuh
Seorang pembeli menukarkan koin dengan makanan takjl di pasar uwuh

PURWOREJO, purworejo24.com – Ada yang berbeda di Pasar Ramadhan di tempat lain dengan Pasar Ramadhan yang digelar halaman balai Desa Trirejo Kecamatan Loano, Purworejo, Jawa Tengah.  Para pemuda desa  terlihat sibuk mengumpulkan sampah dari para pengunjung untuk ditukar dengan koin.

Pasar itu dibuka untuk menyediakan berbagai jenis kuliner dan aneka jajanan takjil selama Ramadhan. Uniknya warga bisa membeli kuliner atau jajanan aneka takjil itu tidak dengan uang, melainkan dengan menggunakan sampah yang ditukar dengan koin untuk alat belanja di pasar tersebut.

Masyarakat setempat menyebut Pasar Ramadhan ini dengan nama Pasar Uwuh. “Uwuh” sendiri dalam bahasa Indonesia artinya sampah. Ada belasan aneka takjil yang dapat dibeli dengan Uwuh ditempat ini.

“Pasar uwuh di Desa Trirejo diprakarsai oleh karang taruna Desa Trirejo, Ide kreatif dari anak-anak,” kata Andhi Prasetyawan Kepala Desa Trirejo pada Minggu 10 April 2022.

Loket penukaran samaph menjadi koin yang bisa ditukarkan dengan aneka makanan takjil
Loket penukaran samaph menjadi koin yang bisa ditukarkan dengan aneka makanan takjil

Dikatakan, di Pasar Uwuh itu, panitia menyediakan sekitar 16 stand kuliner. Aneka jajanan takjil dan kuliner dengan pemandangan sawah yang hijau menyambut para pengunjung. Pasar ini dibuka mulai pukul 14.00 WIB hingga sore hari menjelang berbuka puasa.

“Para pengunjung wajib menukarkan sampahnya untuk diganti dengan koin yang kita buat dari tutup botol bekas dengan nominal tertentu, dengan ini kita mengajak masyarakat untuk ramah lingkungan,” katanya.

Andhi menambahkan Konsep Pasar Uwuh juga didukung oleh bank sampah yang dikelola pemuda Karang Taruna desa yang aktif mengolah sampah menjadi bahan daur ulang. Bahkan bank sampah Desa Trirejo sudah masuk tingkat nasional.

“Sampah yang kita terima macam-macam bisa dari plastik atau kardus bekas, nanti akan kita timbang sesuai dengan beratnya,” jelasnya.

Pasar Uwuh , lanjutnya, pada awalnya hanya akan diberlakukan untuk warga Desa Trirejo, namun dengan melihat antusias warga yang datang pada acara pra opening dan agar pasar bisa berkembang maka diputuskan pasar dibuka untuk umum.

“Salah satu manfaatnya kita bisa meningkatkan UMKM yang ada di desa karena mayoritas pedagang warga desa,” lanjutnya.

Selain menyajikan aneka jajanan kuliner, Pasar Uwuh juga menyuguhkan sejumlah pementasan musik atau lainnya selama ramadhan. Dengan kegiatan yang positif Pasar Uwuh sangat pas untuk Ngabuburit di Purworejo.

“Kita juga ada live musik untuk menambah seru suasana,” tutupnya. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.