EkonomiLingkungan HidupPemerintahanSosial

Tanpa Pemberitahuan Ganjar Datang Ke Wadas Untuk Dialog, Disambut Puluhan Poster Pencabutan IPL

38
×

Tanpa Pemberitahuan Ganjar Datang Ke Wadas Untuk Dialog, Disambut Puluhan Poster Pencabutan IPL

Sebarkan artikel ini
Ganjar berdialog dengan warga di masjid Nurul Huda Desa Wadas, Bener Purworejo
Ganjar berdialog dengan warga di masjid Nurul Huda Desa Wadas, Bener Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tanpa memberikan pemberitahuan kepada masyarakat datang ke Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo. Kedatangan Ganjar untuk dialog dengan warga disambut puluhan poster pencabutan IPL yang dibentangkan sepanjang jalan dan dan halaman Masjid Nurul Huda Desa setempat.

Kedatangan Ganjar Pranowo untuk  yang ke tiga kalinya di Desa Wadas ini berlangsung pada Rabu, 9 Maret 2022 sore, dengan agenda berdialog dengan warga pro maupun kontra penambangan Quarry. Warga yang menolak tambang atau quarry di Desa Wadas memasang kembali poster-poster penolakan yang sebelumnya sempat diturunkan oleh Satpol PP.

“Kami kan tidak tau akan kedatangan gubernur Jawa Tengah ya, tidak ada informasi, kami menggelar poster untuk menunjukkan sampai saat ini warga Wadas masih Konsisten untuk menolak penambangan di Desa Kami,” kata Hamdani salah satu warga.

Hambali mengatakan, meskipun Ganjar Pranowo datang ribuan kali ke wadas, sikap warga tidak akan berubah sedikitpun. Alasannya warga tidak ingin tanahmereka  di rampas yang akan mengakibatkan alam Wadas rusak. Untuk itu pihaknya tetap menuntut pencabutan IPL Desa Wadas.

“(Poster dan banner) berisi seputar pencabutan IPL, sudah kita siapkan poster dan banner itu di buat para pemuda dan warga, bahkan kemarin sempat dirampas oleh Satpol PP,” katanya.

Pemasangan poster dan banner tersebut sebagai wujud penegasan penolakan warga terhadap tambang di Wadas. Disaat yang bersamaan warga Wadas Konta penambangan juga melakukan aktivitas mujahadah di masjid Nurul Huda. Sebelum melakukan dialog dengan warga Ganjar  juga sempat melaksanakan shalat isya berjamaah di masjid tersebut bersama dengan warga.

“Kita mencoba untuk berdialog, karena kita sudah memutuskan kan ya untuk membuka ruang dialog, masukan dari warga tadi cukup banyak menurut saya,” kata Ganjar usai dialog dengan warga.

Sementara itu Ganjar menilai masyarakat saya ini sangat komunikatif dengan pemerintah untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang terjadi di Desa Wadas. Menurutnya Ganjar komunikasi selama ini yang terjadi di Desa Wadas belum terlalu lancar antara masyarakat dengan BPN maupun BBWSSO.

“Masyarakat sebenarnya saya lihat komunikatif kok, hari iniereka lebih terbuka,” tandasnya. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.