EkonomiPemerintahanSosial

Operasi Pasar Minyak Goreng, Sejumlah Warga Bagelen Kecele Tak Kebagian

30
×

Operasi Pasar Minyak Goreng, Sejumlah Warga Bagelen Kecele Tak Kebagian

Sebarkan artikel ini
Antrean pembelian minyak goreng saat Operasi Pasar di halaman kantor Kecamatan Bagelen
Antrean pembelian minyak goreng saat Operasi Pasar di halaman kantor Kecamatan Bagelen

BAAGELEN, purworejo24.com – Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DINKUKMP) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, gencar menggelar operasi pasar (OP) minyak goreng di setiap Kecamatan. Dalam pelaksanaan Operasi Pasar hari ini, ada sejumlah warga yang kecele karena tidak kebagian kupon dan minyak goreng. Padahal, untuk penebusan minyak goreng dengan harga murah, yaitu Rp 14 ribu per liter itu hanya bisa dilakukan warga yang memiliki kupon.

Pelaksanaan Operasi Pasar Minyak Goreng hari ini, Senin tanggal 14 Maret 2022 dilangsungkan di halaman kantor Kecamatan Bagelen. Meskipun pihak dinas telah berupaya memberikan minyak goreng dengan tanpa kupon dari sisa stok minyak yang ada, namun masih banyak warga yang tidak bisa mendapatkan karena telah habis.

Pawito, salah satu warga Bagelen, mengaku kesal karena tidak kebagian minyak goreng, kendati sudah mengantre.

“Saya sudah antri sejak pukul 9 pagi, namun tidak mendapatkan barang karena barang telah habis tadi, ada antrian kupon juga tidak dikasih, kepingine ditargetkan berapa liter untuk yang belum agar bisa tercukupi, kasihan bagi yang sudah datang dan ikut antri namun tidak bisa ikut mendapatkan,” kata Pawito.

Pawito mengaku mendapatkan informasi OP itu dari para tetangganya, dimana pihak Pemerintah Kecamatan telah memberikan  informasi resmi kepada setiap desa dengan surat.

“Ya kedepan bila ada Operasi Pasar lagi untuk bisa dicukupi, ditambahi lagi jangan dikecewakan masyarakatnya,” harapnya.

Sub Koordinator Barang Pokok Penting pada DINKUKMP Kabupaten Purworejo, Sugeng Prijadi saat ditemui mengatakan, Operasi Pasar (OP) minyak itu dilaksanakan untuk mentabilkan harga minyak dimasyarakat.

“Ini untuk membantu masyarakat karena masyarakat kesulitan soal harga untuk mendapatkan minyak goreng, jadi dari dinas mengadakan OP yang tujuanya biar harga itu stabil ke masyarakat yang tadinya masyarakat mencari minyak itu susah dengan diadakanya OP ini harga menjadi terjangkau sesuai dengan HET pemerintah,” kata Sugeng.

OP dilakukan dinas disetiap kecamatan, selain Bagelen, OP juga sudah dilaksanakan di Kecamatan  Butuh, Grabag, Kemiri, Bayan, Gebang, Bener, Loano.

“Yang belum kami datangi ada Kecamatan Kaligesing, Ngombol, Bruno, kita belum sampai kesana,” lanjutnya.

Disebutkan alokasi minyak yang disediakan di Kecamatan Bagelen ada 1.800 liter, yang dibagikan kepada sekitar 900-an warga. Minyak tersebut diperoleh Dinas dari permintaan pasokan ke distributor minyal goreng yang ada di Kabupaten Purworejo.

“Untuk penyediaan secara total kita belum bisa menyebutkan, hanya yang sudah kita berikan di tiap kecamatan tapi berbeda -beda jumlahnya menyesuaikan luas dan jumlah penduduk yang ada, kita masih terus melobi ke distributor dan berusaha agar warga di Purworejo itu bisa mendapatkan jatah minyak itu lebih banyak dengan harga stabil dan masyarakat bisa menikmati adanya minyak goreng ini,” ujarnya.

Selain dari distributor, tambahnya, dinas melaksanakan OP dengan mendapatkan pasokan minyak dari propinsi dan kementrian, namun untuk barang dari alokasi itu telah dilaksanakan semuanya.

“Untuk UMKM juga sudah kita laksanakan yaitu per kecamatan kita berikan sebanyak 40 pelaku usaha. Kalau OP ini untuk semua lapisan masyarakat,” bebernya.

Bagi warga yang kecele dan belum bisa mendapatkan barang, dinas mengaku akan mengantisipasi ke depannya dengan meminta barang yang lebih dari distributor

“InsyaAllah kita akan minta lagi ke distributor bahwa kedepanya kita akan mengadakan OP lagi disini,” jelasnya.

Disampaikan, terkait harga di pasaran, dinas mengaku telah mensosialisasikan masalah harga. Untuk harga di pasar-pasar tradisional atau di pasar Purworejo, ketika pedagang sudah mendapatkan minyak dari distributor dinas langsung memasangkan stiker bahwa harga sudah sesuai dengan HET pemerintah yaitu diantaranya yang premium dengan harga 14 ribu, kemasan sederhana dengan harga 13,5 ribu dan yang curah itu dengan harga 12.900/kg.

“Dan seharusnya harga dipasaran saat ini sudah harus sesuai HET pemerintah,” tegasnya.

Untuk persedian minyak goreng, dinas melihat pasokan minyak goreng dianggap aman bila dihitung antara jumlah barang dengan kuota masyarakat, bahkan cederung sisa.

“Harapannya untuk seluruh masyarakat ya kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu, dari dinas untuk distributor dan sales yang di Purworejo harga bisa stabil sehingga dipasaran juga stabil dan sampai di masyarakat,” pungkasnya.(P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.