PURWOREJO, purworejo24.com – Sejumlah siswa SMPN di Kabupaten Purworejo dikabarkan telah terkonfirmasi positif Covid-19 usai menjalani swab antigen. Aktivitas pembelajaran pun kembali dilakukan secara daring.
Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Pertama pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Frikly Widhi Dewanto, saat ditemui di kantornya pada Kamis tanggal 24 Februari 2022 mengatakan, ada puluhan siswa juga guru di sejumlah SMP Negeri di Kabupaten Purworejo yang telah terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terpapar Covid-19 dari classter keluarga, yang terbawa oleh salah satu siswa dengan tanpa gejala hingga menyebar di lingkungan sekolah.
“Iya mas beberapa sekolah seperti di SMP N 2 dan SMP N 8 dan beberapa sekolah yang lain ada yang terpapar, jadi mereka ada yang langsung melakukan menghentikan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan kembali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring, namun tidak semua, ada yang sebagian ada juga yang penuh, seperti di SMP N 8 saat ini dilakukan secara penuh (daring)”, ungkapnya.
Dikatakan, sebagai contoh di SMP Negeri 2 hanya beberapa siswa yang terpapar dan hanya dua kelas yang di-tracing serta menjalani proses pembelajaran secara Daring, sementara itu di SMP N 8 karena lebih banyak yaitu ada puluhan siswa yang terpapar maka proses pembelajaran daring secara penuh.
“Jadi kalau sudah ada yang terpapar itu kita minta kelasnya untuk di-tracing dengan minta bantuannya langsung ke Puskesmas, kalau sudah menyebar langsung tutup dan kita ga kompromi lagi, namun memang ada yang hanya sebagian ada yang penuh, baru setelah masa Isoman selama 10 hari selesai dan mereka dinyatakan negatif bisa kembali menjalankan proses pembelajaran secara tatap muka lagi.
Saat ini ada yang sudah selesai Isoman selama 10 hari ada yang masih menjalani Isoman dengan sesuai ketentuan kita ambil yang secara penuh yaitu selama 10 hari,” jelasnya.
Dari semua siswa di sekolah yang terpapar, lanjutnya, semua berasal dari klaster keluarga, yaitu orang tua siswa mengikuti kegiatan di luar rumah dan membawa virus hingga mengenai sang anak dan menyebar hingga di lingkungan sekolah.
“Pokoknya kita minta kepada teman-teman kepala sekolah utamakan Prokes dan selalu koordinasi dengan Puskesmas. Sekecil apapun tetap ditindaklanjuti dengan bekerjasama dengan Puskesmas untuk melakukan tracing, apalagi saat ini kita kembali masuk di level 3, dan saya harus kenceng, pokoke harga mati bila masalah Covid-19, karena ini demi keselamatan anak-anak (siswa),” tegasnya.
Disampaikan, sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri no 12 tahun 2022, sejak tanggal 21 Februari 2022, Kabupaten Purworejo kembali masuk dalam level 3.
Di level itu pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 05/KB/202l, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/ MENKES/ 6678/ 2021, Nomor 443 -5847 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
“Untuk level ini sistem pembelajaran kita mengacu pada panduan keputusan bersama empat menteri yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 8 Purworejo, Khusnaini, saat dikonfirmasi membenarkan jika sekolahnya saat sedang melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring akibat sejumlah siswanya terkonfirmasi positif covid-19.
Dari hasil tracking dan testing yang dilakukan oleh Puskesmas pada Jumat tanggal 18 Februari 2022 lalu, dengan swab Antigen terhadap 75 siswa di SMP N 8 Purworejo, terdapat sekitar 25 siswa dinyatakan positif covid-19.
“Ada 25 siswa, siswa yang terpapar semua OTG, dan kami melaksanakan daring selama 10 hari, Senin besuk sudah bisa kembali masuk, karena Senin itu tanggal merah maka Selasa jadi masuk kembali,” katanya.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








