PendidikanSosial

Riset Selama 45 Hari, STAINU Terbitkan Buku tentang Moderasi Beragama Di Purworejo

162
×

Riset Selama 45 Hari, STAINU Terbitkan Buku tentang Moderasi Beragama Di Purworejo

Sebarkan artikel ini
buku jejak moderasi beragama
buku jejak moderasi beragama

PURWOREJO, purworejo24.com – Produktif, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan mahasiswa STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo yang berhasil menerbitkan buku tentang moderasi beragama. Tidak hanya itu buku bernuansa agama, buku tersebut juga dibalut dengan strategi wisata desa yang saat ini sedang gencar dilakukan di Purworejo.

Ditengah carut marutnya dunia keberagamaan saat ini buku yang berjudul “Jejak Moderasi Beragama di Tanah Jawa: Menyingkap Tokoh Penyebar Islam dan Strategi Pengembangan Desa Wisata Edukatif di Kabupaten Purworejo” menjadi solusi bacaan terbaik untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

Buku ini merupakan hasil riset kolaboratif antara dosen dan mahasiswa yang dilaksanakan dalam program kegiatan PkM Terintegrasi KKN, yang berlokasi pada enam kecamatan di Purworejo. Secara terperinci riset untuk pembuatan buku tersebut dilakukan di Desa Bulus Kecamatan Gebang, Desa Loning Kecamatan Kemiri, Desa Brunorejo Kecamatan Bruno, Kelurahan Kutoarjo Kecamatan Kutoarjo, Desa Bagelen Kecamatan Bagelen dan Desa Trirejo Kecamatan Loano.

“Dalam buku tersebut kita mengkolaborasikan 2 tema yang saling berkait yaitu Moderasi Beragama yang merupakan program pokok dari Kementerian Agama dan tema  pariwisata yang program pokok dari Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Purworejo,” kata Abdul Aziz, S.Ag., M.Pd., selaku Ketua Panitia KKNT 2021 kepada purworejo24.com pada Kamis (24/2/2022)

Abdul Aziz menambahkan dalam melaksanakan risetnya untuk pembuatan buku ini diperlukan waktu sekitar 1,5 bulan atau 45 hari untuk menggali data-data serta fakta yang ada dilapangan. Tidak ketinggalan sejarah dan peran tokoh moderasi beragama (penyebar Islam) di masing-masing desa lokasi penelitian juga turut dieksplor hingga menghasilkan buku yang berkualitas ini.

“Kita buat buku ini sangat komprehensif dan fleksibel digunakan untuk pengembangan desa wisata, moderasi beragama bahkan sejarah Purworejo dan  Kutoarjo,” katanya.

Buku ini mengungkap tentang sejarah dan biografi para tokoh Islam di Purworejo, seperti Tuan Guru Loning, KH. Imam Puro, Sayyid Ahmad Alim Bulus, Kyai Karangmalang Bruno, Syekh Baidlowi Bagelen dan KH.R. Damanhuri Kutoarjo yang pada masanya berperan aktif dalam mederasi beragama.

“Pendokumentasikan ini sangat penting agar masyarakat Purworejo dan Indonesia pada umumnya semakin sadar akan pentingnya menghargai jasa-jasa mereka di masa lalu serta paham akan toleransi ditengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir, S.Fil.I., M.Hum., menambahkan saat ini  makam-makam para tokoh Islam yang ada di Purworejo beberapa sudah dijadikan wisata religi dan edukasi. Penerbitan buku ini juga merupakan salah satu langkah awalnya untuk membuktikan mahasiswa sebagai garda terdepan moderasi beragama.

“Nantinya buku ini patut menjadi referensi utama dalam pembahasan tentang toleransi dan moderasi beragama di Purworejo. Buku ini juga memaparkan secara komprehensif bagaimana implementasi moderasi beragama di Purworejo, di mana posisi STAINU Purworejo, Ormas Islam NU dan Muhammadiyah serta Pemerintah Kabupaten Purworejo berperan dalam mewujudkan moderasi beragama di kota ini,” katanya.

Sambutan yang positif turut diungkapkan Ketua LPPM STAINU Purworejo, Roikhatul Janah, M.Pd selain penerbitan buku para mahasiswa yang melakukan riset dan KKN ini juga telah menghasilkan beberapa jurnal ilmiah.

“Kita patut bersyukur karena PkM dan KKN ini sudah selesai dan menghasilkan output sesuai yang direncanakan, buku sudah terbit dan siap kita launching bersamaan dengan Harlah STAINU Purworejo, belasan jurnal PkM juga sudah disubmit dalam jurnal terindeks Sinta 3, 4 dan 5,” jelasnya.(P24/Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.