InspirasiLiterasiPemerintahanPertanianSosial

Alisa Wahid Kunjungi Wadas, Upayakan Dialog Warga Pro dan Kontra

30
×

Alisa Wahid Kunjungi Wadas, Upayakan Dialog Warga Pro dan Kontra

Sebarkan artikel ini
Alissa Wahid disambut lagu perjuangan dan Yalal Wathon saat berkunjung ke Desa Wadas Kabupaten Purworejo
Alissa Wahid disambut lagu perjuangan dan Yalal Wathon saat berkunjung ke Desa Wadas Kabupaten Purworejo

BENER, purworejo 24.com – Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, Ketua Jaringan Gusdurian yang banyak menyuarakan tentang multikulturalisme, demokrasi serta hak asasi manusia (HAM) dan gerakan Muslim moderat di Indonesia mengatakan kedatangannya ke Desa Wadas untuk menggali fakta-fakta tentang konflik yang ada di Desa Wadas.

Pihaknya didampingi Komisioner Komnas Ham Beka Ulung Hapsara dalam menjalin dialog dengan warga pro maupun kontra penambangan.

“Kami mengupayakan untuk berdialog baik dengan warga yang menerima pertambangan dan warga yang menolak pertambangan,” katanya kepada purworejo24.com pada Sabtu 12 Februari 2022.

Pihaknya menambahkan dari fakta di lapangan, ia menemukan beberapa warga dan anak-anak yang trauma dengan konflik yang terjadi di Wadas. Bersama LBH Ansor Jaringan Gusdurian juga akan membawa misi rekonsiliasi dari pihak pro dan kontra penambangan.

“Kita (Gusdurian) akan rapatkan, ada beberapa hal tadi sudah muncul misalnya relasi anak-anak sepertinya ada trauma sosial,” kata wanita yang berprofesi sebagai psikolog keluarga ini.

Kedatangan Alissa juga disambut lagu perjuangan dan Yalal Wathon saat berkunjung ke Desa Wadas Kabupaten Purworejo. Alissa didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor datang ke Wadas untuk berdialog dengan warga.

Saat mendatangi warga, Alissa dan rombongan langsung di sambut lagu Yalal Wathon oleh masyarakat setempat. Tidak hanya itu lagu perjuangan masyarakat Kontra penambangan juga bergema menyambut Alisa yang hendak memasuki masjid Nurul Huda tempat dialog dilaksanakan.

“Indonesia negeriku, Engkau panji martabatku, Siapa datang mengancammu kan binasa di bawah durimu, Siapa datang mengancammu kan binasa di bawah durimu,” begitu sebagian kutipan lagu Yalal Wathon yang didengungkan warga bersama putri sulung dari mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid ini.

Tak sampai di situ, setelah selesai menyanyikan lagu khas warga NU tersebut, disambung dengan lagu perjuangan masyarakat penolak penambangan Quarry di Desa Wadas. Terlihat ratusan warga dan solidaritas turut bersemangat menyanyikan lagu perjuangan yang selama ini menjadi penyemangat warga menolak tambang Andesit di Wadas.

“Bersama-sama kita jaga… Desa Wadas Tercinta, untuk kelangsungan hidup anak cucu kita bahkan akhir dunia. Siap,siap siap berjuang Wadas Melawan” yang juga sempat ditirukan oleh Alissa. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.