Lingkungan HidupPemerintahanSeni BudayaWisata

Selesai Dibangun, Warga Desa Soko Gelar Tasyakuran Sumur Beji Kembang Soko

328
×

Selesai Dibangun, Warga Desa Soko Gelar Tasyakuran Sumur Beji Kembang Soko

Sebarkan artikel ini
Warga Desa Soko Gelar Tasyakuran Sumur Beji Kembang Soko
Warga Desa Soko Gelar Tasyakuran Sumur Beji Kembang Soko

BAGELEN, purworejo24.com – Masyarakat Desa Soko, Kecamatan Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah, menggelar tasyakuran Sumur Beji Kembang Soko, di lokasi sumur Beji yang berada di RT 1 RW 3 Dusun Legok Desa Soko, pada Minggu 9 Januari 2022.

Tasyakuran dilakukan oleh masyarakat dengan melakukan pawai membawa aneka sesaji dan doa bersama, serta pementasan Incling Karya Budaya, Jaran Kepang Taruna Budaya, jajanan kuliner Desa Soko, penyerahan lukisan dan organ tunggal di komplek Sumur Beji Kembang Soko.

Tasyakuran dilakukan sebagai bentuk syukur masyarakat dengan telah selesainya pembangunan Sumur Beji Kembang Soko, hasil bantuan dana dari keluarga Eko Wirantoro dan Nicolas Legowo dari Plaosan, Baledono, Purworejo.

Baca juga: Kirab Budaya Awali Pembangunan Sumur Beji Soko Sebagai Destinasi Wisata Sejarah

Hadir dalam tasyakuran itu, Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, Pemdes, tokoh masyakarat dan sejumlah seniman dan budayawan yang ada di Desa Soko.

“Hari ini adalah syukuran dengan telah selesainya pembangunan Beji Kembang Soko yang tempo hari kita lakukan peletakan batu pertama pada 5 November 2021 lalu. Syukuran dari keluarga Eko Wirantoro yang ikut menyumbang dana ini dan syukuran dari masyarakat karena telah selesainya pembangunan Beji Kembang Soko ini, biar nantinya ke depan pemanfaatannya bisa dikelola oleh masyarakat desa setempat,” ungkap Nicolas Legowo, saat ditemui di sela tasyakuran.

Baca juga: Mahesasyuro, Barongan Kerbau Kreasi Baru Ikon Dusun Sembir Bagelen

Disampaikan, ada prosesi ritual Jawa dalam tasyakuran itu, yaitu berupa doa dengan membawa sesaji di lokasi Sumur Beji Kembang Soko.

“Karena kita orang Jawa yaitu ada sesajen, sesajen itu kan dungo kang mawujud, jadi orang jawa meyakini bahwa itu adalah simbol-simbol doa, uborambe di dalam sesaji ini adalah doa,” jelas Legowo.

Dirinya berharap masyarakat lebih bisa merawat dan menjaga sumber air yang ada di Sumur Beji Kembang Soko itu.

“Karena kita tau bahwa air adalah sumber penghidupan di mana dengan kita merawat sumber air juga merawat sumber kehidupan,” ujarnya

Baca juga: Reresik Sumur Pitu, Menjaga Kelestarian Sumber Mata Air dengan Pendekatan Budaya

Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, mengaku senang dengan apa yang telah dilakukan oleh masyarakat Desa Soko yaitu menggelar tasyakuran Sumur Beji Kembang Soko secara baik.

“Harapannya ini bukan saja survive tapi ini menjadikan salah satu potensi yang sangat luar biasa yang perlu dikembangkan menjadi desa wisata, desa budaya, karena disini banyak potensinya, ada budaya inclingnya, kuda lumpingnya, seni lukisnya, ada kuliner yang dibuat dari bahan-bahan alaminya, hanya saja memang butuh sentuhan dari pemerintah desa utamanya kepala desa, BPD-nya sehingga bisa men-support atau mendukung masyarakat untuk memantik agar menjadi lebih maju lagi,” katanya.

Berbicara tentang potensi yang ada, Desa Soko memiliki potensi menjadi Desa Wisata atau Desa Budaya di Kabupaten Purworejo nantinya.

“Karena memang dengan konsep desa wisata atau budaya itu memang berdasarkan dengan potensi yang ada, jadi membuat sesuatu yang belum ada menjadi ada, kemudian dirangkum dan diterima masyarakat yang bisa dinikmati oleh masyarakat dan menjadikan pendapatan bagi masyarakat,” pungkasnya.(P24/Wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.