Mahasiswa Bantu Modernisasi Bisnis Gula Aren Rumahan di Purworejo
Sebarkan artikel ini
Sejumlah mahasiswa UMP membantu modernisasi bisnis gula aren di Desa Sudimoro, Purworejo
PURWOREJO, purworejo24.com – Sejumlah mahasiswa di Purworejo, Jawa Tengah membantu UMKM yang kini mulai berjuang untuk bangkit lagi setelah dihantam badai pandemi COVID-19. Mereka melakukan moderenisasi bisnis gula aren di Desa Sudimoro, Kecamatan Purworejo.
Ide kreatif itu muncul dari sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) yang sedang melaksanakan Program Holistik pembinaan Desa (PHP2D) yang fokus kegiatannya untuk memberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa tersebut melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sudimoro Kecamatan Purworejo.
“Sebelum kita terjun langsung ke sini ada yang mengusulkan untuk mengembangkan bisnis gula aren dengan modernisasi dengan melihat banyak pengerajin gula aren khas Sudimoro yang kesulitan memasarkan barang dagangannya karena situasi sedang pandemi,” ucap Faizin, salah seorang mahasiswa kepada purworejo24.com pada Minggu (05/12/2021).
Sejumlah mahasiswa UMP membantu modernisasi bisnis gula aren di Desa Sudimoro, Purworejo
Faizin dan teman-temannya kemudian mencari cara agar gula aren yang diproduksi rumahan oleh warga Desa Sudimoro melesat pemasarannya. Mereka menginisiasi agar produk gula aren asal desa tersebut dipasarkan lewat online dan ukurannya dibuat lebih menarik serta membuat packaging yang sesuai brand yang mereka gagas.
“Kita melihat dari bentuk yang sebelumnya lebih besar makanya kita mengubah bentuk gula aren yang lebih praktis dan ekonomis,” katanya.
Ide yang dimunculkan mahasiswa ini terbukti ampuh. gula aren buatan warga Sudimoro kini mulai sudah mulai dipasarkan secara online. Selain itu, mahasiswa mengajarkan para produsen agar tidak terpaku terhadap pola pemasaran yang konvensional.
“Kita tidak boleh stagnan di pemasaran yang tradisional, kita harus mampu bersaing Aaar gula yang diproduksi dapat dimaksimalkan penjualannya,” katanya.
Sementara itu Kepala Desa Sudimoro Sutarto, menjelaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan mahasiswa yang dilaksanakan didesanya tersebut. Dengan modernisasi penjualan, ke depan pasti akan menuntut produksi dengan jumlah yang banyak maka dari itu pihak berencana menambah sumber produksi dengan menanam 1000 pohon aren.
“Kedepan akan kita tambah sekitar 1.000 batang bibit aren untuk menunjang produksi gula,” katanya. (P24-Bayu)