PURWOREJO, purworejo24.com – Buntut rencana penggusuran SDN Sebomenggalan, para wali murid akan menggalang dukungan penolakan penggusuran dari alumni dan lapor Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Sementara itu Komisi 4 DPRD Purworejo menyatakan bahwa adanya rencana penggusuran ini menunjukkan Pemerintah Daerah telah mengabaikan etika dan psikologis masyarakat.Penolakan penggusuran SD N Sebomenggalan yang akan digunakan untuk lokasi pembangunan hotel terus berlanjut. Salah satu Wali murid, Asif Ahmad yang istrinya juga merupakan alumni sekolah tersebut mengatakan akan menggalang kekuatan alumni untuk menyuarakan pendapat mereka tentang penolakan penggusuran sekolah yang akan dijadikan kawasan hotel tersebut. Menurutnya sekolah tersebut sudah mencetak generasi bangsa yang unggul dan berprestasi sehingga mampu mewarnai Kabupaten Purworejo bahkan hingga level Jawa Tengah dan nasional.
“Jelas akan mengumpulkan alumni yang lebih besar lagi, dan berencana akan melapor ke Gubernur,” katanya.
Sementara itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo melalui Komisi 4 Bidang pendidikan Muhammad Abdullah menyayangkan tidak adanya koordinasi dengan dewan terkait pemindahan SDN Sebomenggalan dari pemerintah. Lebih disayangkan lagi pemindahan sekolah hanya melihat dari sisi yuridis dan formilnya saja namun mengabaikan etika dan psikologis masyarakat.
Muhammad Abdullah mengatakan komisi 4 yang membidangi pendidikan belum pernah diajak eksekutif untuk mendiskusikan hal tersebut. Hal tersebut menunjukkan kurang etisnya pemerintah dalam merencanakan progam pemindahan SDN Sebomenggalan yang lokasinya akan dijadikan kompleks Hotel berbintang.
“Yang kami sayangkan sebagai pimpinan komisi 4 belum pernah diajak diskusi terkait pemindahan SD Sebomenggalan,” katanya.
Abdullah menambahkan sosialisasi yang dilakukan pada persoalan tersebut belum dilakukan secara baik dan sistematis sehingga mengakibatkan penolakan dari walimurid. Serta waktu yang singkat dan tidak dibangungkannya gedung menjadi salah satu alasan wali murid menolak pemindahan dan penggabungan SDN Sebomenggalan.
“Saya yakin kalau awal perencanaan membangun komunikasi dengan semua pihak di situ akan ada titik temu,” katanya.
Tuntutan wali murid untuk membangunkan gedung baru menurut nya adalah logis dan wajar sebagai sekolah yang mempunyai siswa 180-an pembelajaran tidak akan maksimal ketika di gabungkan dengan sekolah lain. Namun persoalannya adalah sampai sekarang belum ada tempat relokasi yang mandiri tanpa menggabungkan sekolah.
“Saya pikir itu adalah permintaan yang logis dan wajar, mereka akan dipindahkan pada suatu tempat dan harus disiapkan terlebih dahulu,” pungkasnya.(P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








