Jawab Kegelisahan Seniman di Masa Pendemi, Dewan Kesenian Purworejo Gelar Syawalan Seniman

oleh -
Pagelaran tari berjudul “Potret Pertiwi” oleh Komite Seni Tari menjadi pertunjukan pembukaan Syawalan Seniman Purworejo 2021.
Pagelaran tari berjudul “Potret Pertiwi” oleh Komite Seni Tari menjadi pertunjukan pembukaan Syawalan Seniman Purworejo 2021.
head banner Universitas Putra Bangsa Kebumen

PURWOREJO, purworejo24.com – Menyemarakkan bulan syawal yang identik dengan kegiatan silahturahmi, halal bi halal atau saling memaafkan, Dewan Kesenian Purworejo (DKP) menggelar  sederetan event seni budaya bertajuk “Syawalan Seniman”. Acara yang dijadwalkan berlangsung selama 5 hari, Selasa-Sabtu (18-22/5/ 2021) bertempat di 3 lokasi ini menjadi upaya untuk menjawab kegelisahan para seniman yang sepi dari kegiatan kesenian sekaligus mengajak para seniman untuk tetap produktif berkarya di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19. Syawalan Seniman resmi dibuka dengan simbolis pemecahan kendhi oleh Ketua DKP, Angko Setiyarso Widodo, di halaman Sulthan Kopi & Eatrey Purworejo, Selasa (18/5/2021) sore. Disaksikan tamu undangan terbatas, prosesi pembukaan juga ditandai dengan coretan kuas pada kanvas oleh sejumlah tokoh, antara lain Asisten Administrasi dan Kesra Setda Drs Pram Prasetyo Ahmad MM yang hadir mewakili Bupati Purworejo, Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Lukman Hakim S.Sos., M.Si., serta Kepala Dinparbud Purworejo Agung Wibowo AP. Pagelaran tari berjudul “Potret Pertiwi” oleh Komite Seni Tari menjadi pertunjukan pertama yang mengisi Syawalan Seniman.

Ketua Penyelenggara Syawalan Seniman, Hantoro Wibowo, mengatakan bahwa menggelar kegiatan dalam suasana pandemi saat ini penuh tantangan. Namun, sejumlah upaya ditempuh, khususnya pemenuhan standar protokol kesehatan, demi terwujudnya kegiatan.

“Berbagai hal sudah kami konsultasikan dengan pihak terkait, khususnya Satgas Covid-19 sehingga semoga semua aman,” katanya.

Hantoro juga menyampaikan bahwa di masa pandemi, para seniman sangat prihatin karena pekerjaan yang melibatkan mereka sangatlah sedikit, karena anggaran di lembaga pemerintahan maupun swasta dipangkas untuk penanganan pandemi. Selain itu banyaknya aturan pembatasan membuat kegiatan berkesenian sulit untuk dilaksanakan.

“Dalam rangkaian acara ini ada banyak kegiatan mulai dari pameran seni rupa, pagelaran tari, pentas musik, ketoprak hingga pentas wayang. Dengan acara ini semoga bisa menjadi role model dari pelaksanaan pementasan kesenian di Purworejo. Kegiatan tetap mematuhi protokol kesehatan, di sisi lain para seniman juga tetap dapat berkarya” ungkap Hantoro.

Disebutkan, beberapa event kesenian telah dirancang DKP sedemikian rupa di 3 lokasi, melibatkan 7 komite seni yang masuk dalam tubuh organisasi DKP. Karena dalam masa pandemi, kegiatan yang berpotensi mengundang massa dilakukan secara terbatas dan masyarakt luas dapat mengikuti acara secara daring. Di Sulthan Kopi sedikitnya ada 4 event utama yang berlangsung hingga Jumat (21/5/2021). Pameran Lukisan bertajuk Purworejo Fine Art yang menampilkan puluhan lukisan karya 28 seniman Purworejo digelar pada Selasa (18/5/2021) mulai pukul 16.35-malam dan Rabu-Jumat (21/5) mulai pukul 9.00 WIB-malam. Pentas musik lintas genre digelar setiap malam hingga Jumat (21/5’2021) mendatang. Pada Jumat malam juga akan ditampilkan Pentas Sastra Panggung.

Lokasi kedua, yakni Warung Bogowonto, akan diisi dengan Workshop Film pada Rabu (19/5/2021). Kemudian untuk lokasi ketiga, yakni Pendopo Kutoarjo, akan diisi Pentas Kethoprak pada Jumat malam. Sementara pada hari terakhir, Sabtu (22/5), akan dihelat 3 event sebagai penutup, yakni Pemutaran Film, Pentas Tari, dan Pagelaran Wayang Kulit.

“Semoga acara ini menjadi pembuka semangat para peserta acara untuk terus menghasilkan karya-karya yang luar biasa, serta melebarkan pintu rejeki bagi para seniman Purworejo di tengah kondisi pendemi. Dan semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat Purworejo,” sebutnya.

Ketua DKP, Angko Setiyarso Widodo, mengungkapkan bahwa event kesenian rutin digelar DKP setiap tahun dengan tema dan kemasan berbeda-beda. Penyelenggaraan tahun ini disesuaikan dengan momentum lebaran dan pandemi Covid-19.

“Tahun ini tahun yang luar biasa. Saya mengapresiasi kepada seluruh pengurus dan komite yang sudah kersa (bersedia) bareng-bareng nyengkuyung (bersama-sama) terselenggaranya acara ini,” ungkapnya.

Menurutnya, alokasi dana ABPD untuk DKP terus mengalami penurunan. Namun, hal itu tidak menyurutkan DKP untuk terus berkiprah karena memang tujuan organisasi DKP bukan semata untuk mencari APBD. Kondisi tersebut justru diharapkan mampu menjadi pelecut untuk mandiri.

“Saya juga mengajak teman-teman seniman untuk bisa mandiri dan berdikari. Banyak seniman asal Purworejo yang bisa sukses di luar daerah, salah satunya pelukis Hanafi,” tandasnya.

Sementara itu, Drs Pram Prasetya Achmad memberikan apresiasi atas terselenggaranya Syawalan Seniman. Pasalnya, selama pandemi ini nilai-nilai kemanusiaan yang tergerus akibat berbagai keterbatasan. Nilai-nilai itu dapat kembali dibangun melalui kesenian.

“Syawalan Seniman ini luar biasa, di masa pandemi ini seniman Purworejo tetap bisa menunjukkan eksistensinya. Bahkan selama lima hari ke depan bisa menampilkan berbagai seni budaya,” terangnya. (Nuh/P24)