KecelakaanMiliterPemerintahanSosial

Sertu Willy Ridwan Santoso, Salah Satu ABK KRI Nanggala 402 Asal Gunung Condong Bruno,

313
×

Sertu Willy Ridwan Santoso, Salah Satu ABK KRI Nanggala 402 Asal Gunung Condong Bruno,

Sebarkan artikel ini
Sukandar menunjukkan foto Sertu Kom Willy Ridwan Santoso
Sukandar menunjukkan foto Sertu Kom Willy Ridwan Santoso

BRUNO, purworejo24.com – Musibah tenggelamnya KRI Nanggala 402 membawa duka mendalam bagi masyarakat Desa Gunungcondong Kecamatan Bruno. Salah satu ABK KRI Nanggala 402, Sertu Kom Willy Ridwan Santoso berasal dari Purworejo, Jawa Tengah. Ayah Sertu Willy berasal dari Desa Gunungcondong Kecamatan Bruno, sedangkan ibunya berasal dari Desa Beringin Kecamatan Bayan. Keluarga besar yang berada di Desa Gunung Condong pun akan berangkat ke Jakarta untuk ikut doa bersama yang diadakan orang tua Willy di Jakarta.

Sukandar, adik dari ayah (Paman) Sertu Kom Willy Ridwan, mengungkapkan bahwa kerabat yang berada di Desa Gunung Condong, Kecamatan Bruno akan berangkat ke rumah orang tua Willy di Jakarta dalam rangka memberikan dukungan moril dan doa bersama. Mereka akan berangkat ke Jakarta pada Senin (26/04/2021) malam.

“Kita berangkat setelah berbuka puasa dari sini (Bruno) sekitar 13 orang dalam rangka doa bersama keluarga di Jakarta,” katanya kepada purworejo24.com saat ditemui pada Senin 26/4/2021) sore.

Sukandar menambahkan Sertu Kom Willy Ridwan Santoso terakhir diberi jabatan operator radar di kapal selam KRI Nanggala 402. Sukandar menambahkan, Willy, panggilan akrab Sertu Kom Willy  Ridwan Santoso bisa dikatakan pengantin baru.  Willy dan istrinya, Novia Arsari Putri belum genap setahun menikah. Tepatnya pada 25 April 2020 lalu. Saat ini istri Willy masih mengandung bayi berusia 7 bulan.

“Istrinya juga sedang hamil sekitar 7-8 bulan, dia tetakhir pulang sekitar 3 bulan yang lalu pas neneknya meninggal di Purworejo,” katanya.

Sukandar mengaku terkejut saat mendengar kabar dari ayah Willy bahwa kapal selam yang ditumpangi Willy hilang kontak di perairan Bali. Ia mengaku dikabari kakaknya pukul 01.00 WIB atau malam hari setelah pagi harinya KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang kontak.

“Saya kan ditelfon kakak saya katanya Willy sudah tidak bisa dihubungi, ya saya kaget mendengar kabar itu,” katanya.

Diketahui KRI Nanggala sedang melakukan latihan tembak rudal C802 dan Torpedo saat dikabarkan hilang kontak di perairan Bali tersebut. Kapal selam Nanggala 402 berisi 53 orang awak, terdiri dari seorang komandan satuan, 3 personel arsenal, dan 49 anak buah kapal (ABK).

Pihaknya menambahakan Sertu Willy di Desa Gunung Condong Kecamatan Bruno terkenal ramah terhadap tetangga sekitar. Setiap pulang ke Bruno Sertu Kom Willy tidak segan untuk mampir kerumah-rumah tetangga yang ada di desa.

“Ia termasuk orang yang tanggung jawab, banyak itu temen-temen nya, fleksibel orangnya,” tandasnya. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.