Puluhan Keluarga Desa Benowo Mundur dari PKH

oleh -
23 keluarga di Desa Benowo, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menyatakan keluar dari penerima bantuan PKH.(1/10/.2020
23 keluarga di Desa Benowo, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menyatakan keluar dari penerima bantuan PKH.(1/10/.2020

BENER, purworejo24.com – Sebanyak 23 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Benowo, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menyatakan keluar dari penerima bantuan PKH. Hal ini dilakukan karena mereka merasa sudah mampu kondisi perekonomianya.

Pengunduran diri atau keluar dari penerima bantuan PKH dengan kesadaran sendiri itu dilakukan dengan cara penandatangan surat pernyataan pengunduran diri secara bersama dihadapan tim pendamping PKH, Pemerintah Desa Benowo dan Pemerintah Kecamatan Bener. Penandatanganan sekaligus penyerahan sertifikat graduasi itu dilakukan di balai desa Benowo, pada Kamis (1/10/2020).

“Graduasi mandiri Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di desa Benowo Kecamatan Bener ini ada 23 keluarga, yang terdiri atas 22 KPM PKH tahun 2012 dan 1 KPM PKH tahun 2016,” ungkap pendamping PKH Desa Benowo, Fridy Prasityo, usai acara.

23 keluarga di Desa Benowo, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menyatakan keluar dari penerima bantuan PKH.(1/10/.2020
23 keluarga di Desa Benowo, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menyatakan keluar dari penerima bantuan PKH.(1/10/.2020

Disebutkan, untuk desa Benowo terdapat sekitar 77 KPM PKH yang terbagi atas dua kelompok yaitu kelompok 1 berjumlah 22 KPM PKH dan kelompok 2 berjumlah 50 KPM PKH.

“Jadi setelah kami lakukan monitoring di lapangan, mereka memang telah sejahtera dan hidupnya juga telah terjamin, dengan adanya hasil pertanian yang mereka miliki, seperti kopi, cengkeh, dan beberapa usaha lain seperti di bidang perkayuan dan lainya,” ujarnya.

Menurutnya, para KPM PKH di Desa Benowo telah lama ingin mengundurkan diri dari kepesertaan penerima KPM PKH, namun selama ini mereka malu.

“Baru setelah ketemu dengan kami, mereka baru bisa menyampaikan dengan kesadaran mereka sendiri,” katanya.

Dikatakan, tim pendamping PKH tidak akan melepas begitu saja para peserta KPM PKH yang telah menyatakan mundur itu. Tim pendamping mengaku masih akan melakukan pendampingan terhadap usaha yang dilakukan para eks KPM PKH di Desa Benowo.

“Kami akan tetap melakukan upaya pendampingan, dengan mengusulkan bantuan berupa proposal baik melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama (Kube), peternakan, pertanian maupun usaha lain yang dilakukan oleh warga,” jelasnya.

Ia berharap langkah puluhan warga Desa Bwnowo yang melakukan graduasi mandiri menjadi motivasi dan contoh bagi warga lain.(P24-Drt)