PURWOREJO, purworejo24.com – Selama masa pandemi Covid-19, Balai Pelatihan Kerja (BLK) pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Purworejo, tetap melaksanakan program pelatihan kerja seperti tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 Dinperinaker Kabupaten Purworejo membuka 33 jenis paket kejuruan pelatihan dengan anggaran dana APBN, tentunya kali ini dengan memperketat protokol kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinperinaker Kabupaten Purworejo, Gathot Suprapto S.H., saat ditemui dikantornya, Senin (31/8/2020).
“Dari 33 paket kejuruan pelatian itu dilaksanakan dengan terbagi 3 paket selama 1 tahun. Paket pelatihan pertama yang dibuka pada awal tahun 2020 telah selesai, saat ini masih berjalan paket pelatihan kedua dari awal Agustus hingga Pertengahan September, dan nantinya masih ada paket ketiga yang akan dibuka pada akhir September 2020,” kata Gathot Suprapto.
Dikatakan, pendaftaran pelatihan tahun 2020 di BLK Purworejo, dapat dilayani baik secara offline maupun secara online. Pelayanan secara offline dilakukan di Kios3in1 BLK Purworejo dengan membawa persyaratan KTP. Adapun pendaftaran juga dapat dilakukan secara online melalui tautan kios.blkpurworejo.com.
“Ada 21 jenis bidang kejuruan yang diberikan dalam pelatihan itu, diantaranya teknik las, garment apparel, tehnik elektronika, bangunan, teknologi informasi dan komunikasi, teknik otomotif, tehnik manufaktur, tehnik listrik, prosesing, garment, bisnis dan manajement,” sebutnya.
Bagi warga masyarakat cukup mudah untuk bisa masuk untuk mengikuti pelatihan di BLK dengan syarat minat, foto copy KTP, dan menyerahkan foto copy ijazah terakhir menyesuaikan jurusan.
“Bagi setiap pendaftar yang resmi ditrima dalam pelatihan, selain mendapat sertifikat pelatihan kerja juga secara otomatis mendapat link sistem informasi ketegakerjaan,” ujarnya.
Selain membuka paket pelatihan kerja, ditahun 2020 ini Dinperinaker Kabupaten Purworejo juga melaksanakan program pelatihan bagi desa miskin.
“Tahun ini ada dua desa yang kami usulkan di ke pemerintah daerah, dengan anggaran APBD perubahan dan telah disetujui, yaitu dengan melaksanakan program pelatihan berbasis masyarakat untuk desa miskin di Purworejo. Ada sekitar 53 desa miskin yang ada namun pendampingan pelatihan dilakukan secara bertahap,” pungkasnya.(P24-Drt)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








