Terpilih Aklamasi, Ketua Polosoro Terpilih Tegaskan Polosoro Netral dalam Pilkada 2020
Sebarkan artikel ini
Suwarto, Kades Jatimalang Terpilih menjadi Ketua Polosoro periode 2020-2023
PURWOREJO, purworejo24.com – Suwarto, Kepala Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Paguyuban kepala desa, kelurahan dan perangkat desa se-Kabupaten Purworejo (Polosoro) dalam Musda ke -6 yang digelar di Ganesha Convention Hall, Purworejo Rabu (8/7/2020). Dalam sambutannya menegaskan bahwa Polosoro tidak akan terlibat dalam politik praktis.
Suwarto berhasil terpilih secara aklamasi, setelah mengantongi dukungan dari perwakilan 14 dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo. Satu kecamatan, yaitu Ngombol, memilih untuk tidak mengajukan calon. Sementara Kecamatan Kemiri mengajukan Kepala Desa Kedunglo sebagai calon ketua umum. Sesuai tata tertib yang disepakati oleh peserta Musyda, seorang calon yang mendapatkan dukungan lebih dari 8 Kecamatan ( 50 persen dari total kecamatan yang ada ), maka akan langsung ditetapkan sebagai Ketua Umum Terpilih. Dengan kata lain, dalam Musyda yang berlangsung hari ini, tidak ada proses voting atau pemungutan suara.
Suwarto menambahkan, terkait suara yang ia dapatkan sebanyak 14 dari 16 kecamatan sudah menunjukkan awal yang bagus untuk ke depannya. Suwarto yang sampai saat ini masih berumur 37 tahun tersebut sudah menjabat Kepala Desa Jatimalang selama 2 periode tegas bahwa Polosoro tidak ada hubungannya dengan politik praktis.
“Dengan adanya pilkada 2020 kalau bisa semua rukun, kita tidak ikut dalam parpol (politik praktis), untuk Polosoro saya tidak ikut walaupun dari anggota punya pilihan masing-masing,” katanya.
Suwarto, Ketua Polosoro terpilih menggantikan pendahulunya Dwi Darmawan yang saat Musda tidak dapat hadir, menjelaskan setelah dirinya terpilih akan fokus untuk membenahi organisasi. Menurutnya Purworejo sebagai daerah yang desa dan kelurahannya terbanyak nomor 2 di Indonesia ini perlu bersatu agar ke depan dapat menciptakan Purworejo yang Mulyo seperti apa yang diharapkan masyarakat selama ini.
“Karena yang pertama dibagun dalam organisasi adalah kekompakan maka saya berharap wadah ini bisa membuat para kepala desa kompak dan solid,”katanya kepada purworejo24.com pada Rabu (08/07/2020)
Langkah pertama yang akan ia ambil setelah menjadi ketua adalah mengumpulkan dan menganalisis perasalahan yang ada di desa maupun kecamatan di masing-masing wilayah. Setelah formatur terbentuk yang pihaknya akan menyusun analisis masalah tersebut menjadi progam kerja Polosoro ke depannya.
“Nanti kita akan mencari permasalahan yang ada di desa dan kecamatan, lha itu nanti akan kita buat menjadi progam kerja,” katanya.
Sementara itu Dwinanto, calon lain dari Kecamatan Bayan, mengundurkan diri dari pencalonan dengan alasan demi kebersamaan dan terciptanya kondisi yang kondusif. Dwinanto yang juga sekretaris panitia Musda menjelaskan, bahwa langkah pemilihan secara aklamasi tersebut dilakukan untuk menghindari konflik antar para calon ketua. Meskipun begitu proses pemilihan secara aklamasi juga sudah mendapat persetujuan dari forum saat dilakukan sidang tatib pemilihan.
“Mekanismenya proses pemilihan letua tadi dari masing-masing kecamatan memberikan nama calon yang akan dipilih jika ada calon yang diusung oleh lebih dari 8 kecamatan maka calon tersebutlah yang akan menjadi ketua,” katanya.
Musda Polosoro ke 6 di Ganesha Convention Hall, Purworejo.
Musda ke 6 ini juga diakui Dwinanto menjadi sejarah tersendiri dalam perjalanan Polosoro. Musda berlangsung relatif singkat dan lancar, walaupun demokratis tidak banyak perdebatan. Setelah selesainya Musda, maka ketua umum mendapat amanat untuk menyusun kepengurusan dalam waktu dua minggu ke depan. Pelantikan direncanakan akan dilaksanakan pada awal bulan Agustus 2020, dan akan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda).
“Musda kali ini bisa dibilang Musda yang paling sukses, dari ukuran jumlah peserta, kerapian, antusiasme peserta, dan proses pemilihan ketua umum yang tanpa voting. Semoga ini menjadi modal ke depan bagi pengurus baru untuk membawa Polosoro menjadi lebih baik, dan lebih berkontribusi terhadap kemajuan Kabupaten Purworejo dan masyarakatnya” harap Dwinanto.
Musda Polosoro ini juga berlangsung terbuka. kendati jumlah tamu dan peserta dibatasi, para kepala desa, lurah dan perangkat desa maupun masyarakat umum dapat mengikuti acara Musda secara daring. Mulai dari pembukaan acara hingga penutupan, acara dipancarkan langsung melalui live streaming channel Youtube dan Facebook purworejo24. (P24-Bayu)