KesehatanPemerintahan

Merasa Jenuh Diisolasi, Pemudik Mengadu ke Wakil Bupati

232
×

Merasa Jenuh Diisolasi, Pemudik Mengadu ke Wakil Bupati

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti saat mengunjungi tempt isolasi para pemudik di Kaligesing, Kamis (14/5/2020)
Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti saat mengunjungi tempt isolasi para pemudik di Kaligesing, Kamis (14/5/2020)

PURWOREJO, purworejo24.com – Sejumlah warga yang dikenakan isolasi akibat adanya pandemi covid-19 mengadu ke Wakil Bupati Yuli Hastuti SH. Dalam aduannya, warga yang merupakan pemudik dari daerah zona merah merasa jenuh dan lelah di tempat penampungan isolasi.

Hal tersebut terungkap saat Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti melakukan kunjungan kerja di sejumlah Pondok Pesantren di wilayah Kaligesing, Kamis (14/5/2020). Dalam kesempatan tersebut Wabup menyempatkan waktu untuk melihat secara langsung kondisi warga yang mengalami isolasi yang menempati gedung SD Negeri 1 Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing.

Menanggapi aduan warga, Yuli Hastuti menyatakan sangat memaklumi mengingat isolasi membuat seseorang tidak bisa berbuat banyak terutama tidak bisa bebas keluar. Namun warga diminta bersabar karena prosedurnya bagi pemudik dari daerah zona merah harus melalui isolasi.

“Mungkin bisa membuat jadwal kegiatan agar tetap ada aktifitas ditempat isolasi terutama untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Seperti olahraga yang ringan karena bulan puasa, juga bisa membuat ketrampilan sendiri. Yang penting bisa diisi dengan kesibukan sendiri supaya tidak terasa bosan di penampungan isloasi.” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten kecamatan hingga desa kelurahan berupaya terus melakukan koordinasi dengan memperhatikan dan memantau kepada semua warga yang diisolasi. Sehingga warga yang diisolasi terpantau perkembangannya. Isolasi dilakukan sebagai upaya agar warga yang datang dan warga yang didatangai sama-sama dipastikan sehat tidak terpapar virus corona.

“Saya minta warga yang di isolasi jika merasakan kurang sehat baik flu, maupun batuk, dan lainnya, agar segera lapor kepada petugas. Supaya bisa segera diberi tindakan pemeriksaan,” kata Yuli Hastuti.

Sementara itu Kepala Desa Suparman menjelaskan warga yang menjalani isolasi berjumlah 16 orang terdiri dari 9 laki-laki dan 7 perempuan, dengan usia antara 20 hingga 53 tahun. Masing-masing merupakan pemudik dari daerah zona merah yakni Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Semarang, Yogyakarta. Isolasi diwajibkan untuk mereka selama 14 hari. Selain 146 orang tersebut, dimungkinkan masih ada tambahan pemudik yang akan diisolasi.

Untuk tempat isolasi menggunakan gedung SD yang saat ini masih libur sehingga dapat digunakan sebagai tempat isolasi.
Untuk pemeriksaan kesehatan dilakukan dari Pemerintah desa setiap hari dengan melakukan cek suhu badan, dan dari bidan desa Donorejo setiap dua hari sekali melakukan cek kesehatan.

Untuk menjaga kesehatan, disediakan lapangan bulutangkis, tenis meja, dan lainnya sebagai tempat olahraga. Juga disediakan televisi untuk memperoleh informasi dan hiburan.

“Kami memberlakukan semua pemudik dari zona merah diisolasi. Kalau ada pemudik langsung pulang menuju rumah, maka kami segera menjemput untuk diisolasi. Supaya tidak menimbulkan kecemburuan di masyarakat,” jelas Suparman.

Sementara itu salah satu warga yang diisolasi, Winarno (30), pemudik dari Depok mengeluhkan sangat jenuh ditempat isolasi. Tetapi karena aturan, Winarno mengaku mau gak mau tetap dijalani.

“Apalagi disemangati Bu Wakil Bupati Yuli Hastuti, ya kami akan isolasi sampai selesai. sebenarnya sangat ingin pulang kerumah berkumpul keluarga, karena selama disini hanya bisa komunikasi dengan keluarga lewat telpon. Diisolasi sangat melelahkan, selama 14 hari hanya di tempat penampungan, seperti orang terkekang tidak bisa melihat luar. Karena situasi pandemi covid, saya jalani demi kebaikan semuanya dan kesehatan saya dan keluraga,” ujarnya.(P24-Nuh/hms)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.