EkonomiInspirasiKesehatanLingkungan HidupPemerintahan

Atasi Dampak Covid-19, Desa Krandegan Sediakan Sembako Murah dan Padat Karya Tunai

1015
×

Atasi Dampak Covid-19, Desa Krandegan Sediakan Sembako Murah dan Padat Karya Tunai

Sebarkan artikel ini
Pasar Begerak Desa Krandegan
Pasar Begerak Desa Krandegan

PURWOREJO, purworejo24.com – Satu desa di Purworejo Jawa Tengah mempunyai sejumlah inovasi untuk mengatasi dampak Covid-19 di wilayahnya. Pemerintah Desa tersebut, bergotong-royong bersama masyarakat setempat mengatasi Pandemi Covid-19 di berbagai sektor yang terdampak, diantaranya menyediakan sembako murah, program padat karya tunai serta bersiap untuk mengatasi kelangkaan pangan yang bisa terjadi akibat pandemi Covid-19. 

Krandegan adalah desa di Kecamatan Bayan, Purworejo Jawa Tengah yang patut menjadi desa percontohan bagi desa-deaa lain di Purworejo, bahkan bisa menjadi panutan bagi desa lain di Indonesia. Dwinanto, Kepala Desa Krandegan menjelaskan, desanya mempuyai progam inovatif yang didanai oleh warga masyarakat maupun dari dana desa. Progam-progam tersebut terbagi dalam 3 klaster yaitu bidang kesehatan, bidang ketahanan pangan dan bidang ekonomi. Yang paling menonjol adalah bidang ekonomi mandiri dari warga untuk warga.

“Salah satu progam di bidang ekonomi adalah progam “Pasar Bergerak” Kami menyediakan sembako murah untuk semua warga. Kami beli dari warung warga, dan kami jual kembali ke warga dengan harga yang jauh di bawah harga pasar karena sudah kami subsidi. Warga tidak perlu datang, karena itu menimbulkan potensi kerumunan. Akan tetapi warga cukup tinggal di rumah dan sembako kami antar sampai ke rumah,” katanya kepada purworejo24.com pada Jumat (01/05/2020)

Nanto menambahkan dana subsidi untuk pasar bergerak tetsebut ia peroleh dari pihak ketiga, yaitu donatur, relasi, perantauan, bahkan warga yang tinggal di Desa Krandegan yang masuk kategori mampu. Ini salah satu program desa dalam membantu masyarakat yang hampir semuanya terdampak secara sosial ekonomi dari adanya Pandemi Covid19.

“Dari warga untuk warga. Connecting People, begitu slogan kami, menghubungkan antara yang miskin dan yang kaya. Antara yang butuh donasi dan yang mau berdonasi. Dari 3 hari saja kita buka donasi sudah terkumpul 70 an juta,” katanya.

Bidang ketahanan pangan juga tak luput dari perhatian desa, sebagai antisipasi adanya kelangkaan pangan akibat Pandemi Covid-19. Pihak desa selain mengedukasi dan menghimbau warga untuk menanami pekarangan dengan tanaman pangan, desa Krandegan juga memberikan bantuan berupa benih sayuran dan benih jagung secara gratis kepada masyarakat.

“Karena saya melihat kemungkinan akan adanya kelangkaan pangan, sehingga warga dari awal kita lakukan edukasi menanami lahan pekarangannya dengan sayuran dan palawija untuk antisipasi kalau suatu saat ada kelangkaan pangan,” katanya.

Di bidang kesehatan pihak desa juga memberikan bantuan berupa masker, penyemprotan, pembagian sabun, pembagian ember dan edukasi tentang Covid19. Selain itu , untuk membuat warganya aktif dalam berpartisipasi membangun desa, ia menyiapkan progam padat karya tunai yang dilakukan selama pandemi Covid-19.

“Di antara bentuk padat karya yang sudah kita lakukan adalah membersihkan makam, jalan, irigasi dan yang lainnya, mereka kita bayar sesuai pekerjaan yang ia kerjakan,” tandasnya. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.