Usir Corona, Warga Grantung Pukul Kentongan, Semprot Disinfekatan Hingga Tutup Jalan Masuk Desa

oleh -
Warga Grantung Tutup Jalan Masuk Desa
Warga Grantung Tutup Jalan Masuk Desa

BAYAN, purworejo24.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Grantung, Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, memiliki cara sendiri dalam memerangi atau mengatasi penyebaran virus Corona (Covid-19). Warga menutup seluruh akses jalan masuk ke desa itu, dan hanya membuka satu pintu jalan masuk sebagai aktifitas mobilitas warga ke desa lain.

Warga juga membentuk tim khusus atau satgassus covid 19 desa Grantung, yang berjaga secara bergantian di pintu masuk utama desa.

“Ada 5 jalan utama yang menjadi akses keluar masuk warga di Desa Grantung, karena isu Corona warga sepakat 4 jalan ditutup, dan hanya ada 1 jalan masuk yang bisa dilalui warga, yaitu jalan masuk di barat Akper Pemkab Purworejo atau jalan Ampera,” kata Ketua RT 2 RW 4 Desa Grantung, Pambudi Nugroho, saat dikonfirmasi purworejo24.com, Minggu (29/3/2020) siang.

Warga RT 02 RW 04 Grantung melakukan sosialisasi dengan berkeliling dengan disertai pemukulan kentongan.
Warga RT 02 RW 04 Grantung melakukan sosialisasi dengan berkeliling dengan disertai pemukulan kentongan.

Di jalan masuk utama itu, lanjut Pambudi, petugas khusus Covid19 yang dibentuk Pemdes telah berjaga secara bergantian dan melakukan tes screening suhu badan serta melakukan penyemprotan disinfektan terhadap siapapun yang hendak masuk ke desa itu.

“Jalan ditutup sampai waktu belum ditentukan atau sampai kondisi aman dari wabah covid19,” katanya.

Tak hanya itu, warga Desa Grantung, utamanya warga RT 02 RW 04 juga melakukan sosialisasi dengan cara unik di masyarakat. Yaitu berkeliling dengan disertai pemukulan kentongan. Sosialisasi itu dilakukan dengan mengajak warga untuk selalu melakukan pola hidup sehat, menjaga kebersihan dengan rajin cuci tangan.

“Dengan alat kentongan sambil nyemprot desinfektan sebagai upaya nguri-uri kearifan lokal yang mana jaman nenek moyang dulu jika ada gerhana bulan suasana gelap dengan upaya menabuh kentongan supaya diberikan cahaya lagi. Karena mereka berpendapat bulan dimakan buta kala, mudah mudahan buta kala Corona juga bisa diusir dari lingkungan desa Grantung  khususnya dan Purworejo pada umumnya,” ujarnya.(P24-Drt)