SDN Plipir Diregroup, Dinas Pendidikan Minta Warga Jangan Resah
Sebarkan artikel ini
Anak-anak di depan SD Plipir
PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah meminta warga masyarakat Desa Plipir Kecamatan Purworejo untuk tenang dan tidak resah, terkait program regrouping sejumlah Sekolah Dasar, termasuk SDN Plipir yang dilakukan oleh pihak Dinas baru-baru ini. Kegiatan regrouping itu dilakukan Dinas semata mata untuk peningkatan pelayanan dan mutu pendidikan serta efektifitas dan efisiensi pendidikan di Purworejo.
Hal tesebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto, kepada purworejo24.com pada Selasa (4/2/2020).
“Warga tidak perlu resah, regrouping yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, penggabungan dilakukan semata-mata untuk meningkatkan pelayanan dan mutu pendidikan serta efektifitas dan efisiensi. Jika sekolah muridnya hanya 60, maka sesuai peraturan tidak akan menerima dana BOS. Sehingga akan berdampak pada kesulitan operasional sekolah. Kekurangan guru negeri juga akan membebani sekolah dan orang tua, karena harus membayar guru wiyata bakti,” jelasnya.
Sukmo Widi, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purworejo
Mengenai penggabungan ke SDN 2 Pacekelan, lanjut Sukmo, SDN Plipir memiliki murid paling sedikit. Yaitu dengan jumlah siswa 62, dengan jumlah 1 kepala sekolah (PNS), 2 guru kelas (PNS), 1 guru olahraga (PNS) dan 3 wiyatabakti.
“Hasil musyawarah tim panitia regrouping kecamatan Purworejo, SDN Plipir bergabung dengan SDN Pacekelan. Semua aset juga bergabung dengan SDN Pacekelan,” katanya.
Dijelaskan, usai diregroup, sesuai laporan yang ada, saat ini siswa telah bergabung ke sekolah lain. Diantaranya 48 siswa ke SDN Brenggong, 6 siswa ke SDN Kaliharjo Kaligesing, 7 siswa ke MI Brenggong dan 1 siswa ke SDN 1 Ganggeng.
“Wali lebih memilih pindah ke sekolah itu lantaran sekolah tidak terlalu jauh dengan jarak kurang dari 2 km, dan transportasi mudah. Adapun tenaga didik yaitu kepala sekolah dipindah ke SDN Sidorejo, 2 guru kelas ke SDN Semawung, 1 guru olahraga ke SDN 2 Pacekelan,” ujarnya.
Menurutnya, dengan regrouping, tenaga didik yang tersedia (PNS) dapat tersedia guna melengkapi kebutuhan guru. Apabila tenaga pendidik tercukupi maka harapannya semangat kerja mendidik lebih baik dan prestasi siswa akan lebih baik.
“Kekurangan jumlah tenaga pendidik dengan jumlah siswa masing-masing sekolah sangat bervariasi. Jumlah SD dengan siswa kurang dari 60 siswa ada 26 SD, yang kurang dari 100 siswa ada 140 SD. Jumlah siswa SD sebanyak 58.470 siswa, dari 499 SD (3.133 kelas),” ungkapnya.
Adapun jumlah tenaga pendidik saat ini, tambah Sukmo, kepala sekolah berjumlah 497, guru kelas berjumlah 1.897 guru, guru olah raga berjumlah 327 guru, guru agama Islam berjumlah 143 guru, guru agama Kristen berjumlah 2 guru dan penjaga berjumlah 66 tenaga.
“Perhitungan ideal jumlah siswa itu 28 siswa tiap kelas, jadi peritungannya adalah 58.470 terbagi 28 maka akan menjadi 2.089 siswa. Dan idealnya di Purworejo ada 340 SD,” tandasnya.(P24-Drt)