EkonomiKulinerPemerintahanWisata

Boyongan PKL Tandai Pembukaan Shelter Kuliner Kutoarjo

1604
×

Boyongan PKL Tandai Pembukaan Shelter Kuliner Kutoarjo

Sebarkan artikel ini
Boyongan PKL Kutoarjo
Boyongan PKL Kutoarjo

KUTOARJO, purworejo24.com – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di lingkungan alun-alun Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah, menggelar Boyongan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kutoarjo. Kirab PKL itu digelar dalam rangka mengisi sekaligus peresmian Shelter kuliner Kutoarjo.

Boyongan yang dikemas dalam kirab PKL pada Kamis (20/2/2020) malam itu, dilakukan dengan berjalan mengelilingi alun-alun Kutoarjo, dengan diawali rombongan PKL pembawa dua gagar mayang, disusul dua tumpengan, seni musik tradisional, gerobag PKL, kesenian rebana, dan sejumlah PKL membawa peralatan masak.

Boyongan berakhir di Shelter Kuliner yang terletak di jalan Wirotaman Kutoarjo, dan langsung disambut Wakil Bupati Yuli Hastuti SH. Turut mendampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs Budi Harjono, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menangah dan Perdagangan (KUKMP) Drs.Bambang Susilo, anggota DPRD Rani Sumadyaningrum, dan sejumlah kepala OPD.

Kirab PKL itu digelar dalam rangka mengisi sekaligus peresmian Shelter kuliner Kutoarjo.

Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, mengatakan, shelter kuliner merupakan upaya pemerintah daerah untuk memberikan tempat yang lebih representatif, nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

“Apalagi ruas jalan yang semula menjadi lokasi berdagang sebagian PKL merupakan jalan nasional yang padat, sehingga dengan dipindahkannya PKL di shelter kuliner ini, tentunya akan mengurangi terjadinya kecelakaan,” ujarnya.

Boyongan PKL Kutoarjo
Boyongan PKL Kutoarjo

Dikatakan, pemindahan 65 PKL ke shelter kuliner yang dibiayai APBD senilai Rp 2,6 milyar lebih ini, juga menjadi bagian dari make over wajah Alun-alun Kutoarjo.

“Sehingga ke depan Alun-alun Kutoarjo diharapkan bisa menjadi ikon kota sebagaimana Alun-alun Purworejo, yang saat ini telah menjelma menjadi area publik favorit masyarakat, menjadi pusat rekreasi, ajang berkesenian dan olahraga, bahkan destinasi wisata keluarga,” harapnya.

Menurutnya, pedagang kaki lima merupakan bagian dari sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang banyak digeluti masyarakat, bukan hanya di Purworejo tetapi bertebaran di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga PKL dan UMKM pada umumnya, sesungguhnya adalah salah satu aset bangsa yang menjadi penyangga perekonomian nasional.

“Untuk itu, sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian yang memadai, termasuk dengan memberikan fasilitas dan berbagai kemudahan,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menangah dan Perdagangan (KUKMP), Bambang Susilo menjelaskan, shelter kuliner terdiri 70 lapak dengan fasilitas berupa kran air, instalasi listrik, kamar mandi, wastafel, dll. Untuk 70 lapak penggunaannya antara lain  65 lapak digunakan berdagang bagi PKL, dan 5 lapak digunakan untuk panggung musik serta tempat pameran produk UMKM.

“Selain itu, Pemerintah Kabupaten Purworejo terus berupaya memperhatikan para PKL, diantaranya mengajukan ke Kementerian Perdagangan RI, dan Alhamdulillah mendapat bantuan fasilitas gerobag dagang sebanyak 50 gerobak,” jelasnya.

Dalam kegiatan boyongan tersebut, sebagai tanda memasuki shelter kuliner dilakukan pemecahan kendi dan penyerahan gerobag dagang serta potong tumpeng. (P24-Drt/hms)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.