PURWOREJO, purworejo24.com – Ribuan masyarakat Desa Guntur, Kecamatan Bener, Purworejo Jawa Tengah dan desa sekitar yang tanahnya terdampak Proyek Bendungan Bener datangi Kantor DPRD Kabupaten Purworejo. Selain menuntut penyelesaian proses ganti rugi yang tak kunjung rampung, mereka juga meminta kenaikan harga ganti rugi tanah.Sekitar 1.300 warga warga dari 8 desa terdampak Proyek Bendungan Bener datang berbondong-bondong menggunakan truk, mobil dan ratusan motor, Senin (6/1/2020) pagi. Mereka datang tepat pada pukul 09.30 WIB dan langsung masuk ke halaman kantor DPRD. Mereka sempat melakukan orasi sebelum ditemui sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Purworejo.
Mereka kemudian diterima oleh Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Dion Agasi, Wakil Ketua DPRD Kelik Ardani serta belasan anggota dewan lainnya. Ikut hadir Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong beserta puluhan personelnya untuk mengamankan jalannya audiensi.

Suprianto, salah satu warga menjelaskan mereka menuntut agar harga tanah mereka dihargai sesuai harga pasaran, yaitu berkisar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per meternya. Menurut mereka, hal ini sesuai harga minimal yang sudah umum di daerahnya. Suprianto menambahkan, bahkan ada tanah yang dihargai Rp250 ribu per meternya.
“Kami hanya minta tanah kami dibayar seharga Rp150 – 200 ribu per meternya, kalau harga itu tidak disetujui maka kami akan mendatangkan massa yang lebih banyak lagi. Wonosobo juga sudah siap gabung dengan kita,” katanya kepada purworejo24.com sebelum memasuki ruang audiensi.
Dari ribuan warga yan datang pada audensi tersebut, hanya 24 orang yang diijinkan masuk sebagai perwakilan menyampaikan aspirasi dan tuntutannya kepada DPRD. Satu desa hanya diperkenankan 3 orang untuk masuk ke ruang audiensi.

Sementara itu Purwadin salah satu orator dalam aksi tersebut menyampaikan jangan sampai mega proyek Bendungan Bener ini menjadi penyebab masalah baru di desa terdampak.
“Semoga apa yang kita laksanakan hari ini dapat membuahkan hasil. Jangan sampai kita menjadi gelandangan baru di kota kita sendiri karena tidak memiliki tanah,” ucapnya.
Sampai beirita ini diturunkan masih terjadi audiensi antara perwakilan warga dan anggota DPRD Puroworejo. (P24-Bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








