EkonomiPemerintahan

Peresmian Pasar Putat Wirun, Warga Berebut Sembako Murah

485
×

Peresmian Pasar Putat Wirun, Warga Berebut Sembako Murah

Sebarkan artikel ini
Ratusan warga rela berdesakan antre untuk membeli paket sembako murah
Ratusan warga rela berdesakan antre untuk membeli paket sembako murah

KUTOARJO, purworejo24.com – Setelah sekian lama mati, Pasar Putat Desa Wirun, Kecamatan Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah, kini dihidupkan kembali. Pemerintah Desa Wirun membangun kembali pasar itu dengan Anggaran Dana Desa tahun 2019, dengan alokasi anggaran sebesar 350 juta.

Peresmian pasar dilakukan oleh Pemdes pada Kamis (30/1/2020), dengan ditandai doa bersama, kungkrus rebana 11 grup, penandatanganan prasasti oleh Camat Kutoarjo Sumarjana, dan pasar murah paket sembako.

Ratusan warga berduyun duyun datang dan rela mengantre guna mendapatkan paket sembako murah. Ada sekitar 500 paket sembako yang berisi 3 kg beras, 1 liter minak, 3/4 gula pasir dan 2 bungkus mie instan, yang dijual dengan harga 30 ribu dari harga 60 ribu.

“Sejak sekitar tahun 2000an, pasar ini seolah mati, karena kondisi pasar yang telah rusak. Guna meramaikan dan membangkitkan perekonomian pasar, kami bangun kembali Pasar Putat ini,” kata Kepala desa Wirun, Wahyudi, kepada purworejo24.com.

Penanda tanganan prasasti sebagai tanda peresmian Pasar Putat di Desa Wirun
Penanda tanganan prasasti sebagai tanda peresmian Pasar Putat di Desa Wirun

Pasar Putat yang berada di RT 1 RW 1 Desa Wirun, kini telah berhasil dibangun dengan jumlah 8 kios, 1 kantor dan 28 los.

“Saat ini Desa Wirun memiliki dua pasar tradisional, yaitu pasar Putat dan Pasar Gembor,” katanya.

Pasar desa itu, lanjutnya, nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan cara menyewakan pasar kepada para pedagang.

“Harapannya pasar ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Wirun,” harapnya.

Camat Kutoarjo, Sumarjana, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pemdes Wirun. Dengan menghidupkan kembal Pasar Putat, maka perekonomian desa Wirun akan lebih baik lagi.

“Apalagi Desa Wirun ini menjadi salah satu desa merah (desa miskin), selain Desa Suren dan Kelurahan Kutoarjo. Dengan pasar ini, kedepan Desa Wirun tak lagi menjadi desa merah,” katanya.

Guna mendukung keramaian pasar tradisional di Desa Wirun, Camat menghimbau kepada masyarakat untuk bisa menjaga pasar dan mengurangi belanja di toko modern, dan lebih memilih berbelanja di pasar tradisional.(P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.