PemerintahanPendidikan

Irianto Gunawan Terpilih Pimpin PGRI Kabupaten Purworejo

675
×

Irianto Gunawan Terpilih Pimpin PGRI Kabupaten Purworejo

Sebarkan artikel ini
Pelantikan pengurus PGRI peridoe 2020-2025 di gedung PGRI Purworejo
Pelantikan pengurus PGRI peridoe 2020-2025 di gedung PGRI Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Purworejo menggelar Konferensi Kabupaten (Konferkab) masa bakti XXII  2020-2025, di gedung pertemuan PGRI Purworejo, pada minggu (26/1/2020). Dalam Konfercab kali ini, para peserta memilih Irianto Gunawan sebagai Ketua PGRI Kabupaten Purworejo yang baru, menggantikan ketua sebelumnya Urip Raharjo

Konferkab PGRI dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti dan dihadiri oleh Ketua dan Pengurus PGRI Propinsi, Kepala dinas Dindikpora, Pembina PGRI, Ketua Cabang PGRI se-Kabupaten, Utusan ranting se-Kabupaten yang mewakili 6.700 anggota PGRI di Kabupaten Purworejo.

Konfercab dan pemilihan pengurus PGRI peridoe 2020-2025 di gedung PGRI Purworejo
Konfercab dan pemilihan pengurus PGRI peridoe 2020-2025 di gedung PGRI Purworejo

Dalam konferkab ini, para peserta memilih sosok Irianto Gunawan sebagai Ketua PGRI Kabupaten Purworejo yang baru menggantikan ketua sebelumnya Urip Raharjo. Irianto Gunawan yang bertugas dinas sebagai Kepala PKK Kecamatan Banyuurip, berhasil menyisihkan 42 calon pengurus yang dipilih oleh para seluruh anggota PGRI Purworejo yang diwakili oleh para utusan ranting se Kabupaten Purworejo.

Selain itu, ada sejumlah nama lainnya yang juga dipilih sebagai pengurus yaitu, Wakil Ketua 1 adalah Eko partomo, Ketua 2 adalah Tamsir Marsudi Utomo, Sekretaris adalah Damana.

Usai dilakukan pemilihan, pengurus terpilih langsung dilantik oleh Ketua PGRI Jawa Tengah, Muhdi, disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto.

Ketua PGRI Kabupaten Purworejo terpilih, Irianto Gunawan, kepada purworejo24.com, mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan rapat dengan pengurus PGRI lama guna melakukan koordinasi dengan Bupati dan DPRD dan Kepala Dinas agar dapat terakomodir semua program yang telah direncanakan oleh para bidang.

“Pertama bagaimana kita bisa mensejahterakan guru yaitu baik yang PNS maupun yang honorer, GTT atau PTT. Yang honorer itu nanti akan ada kompetensinya masing masing. Yang berkompetensi menjadi PNS silahkan jadi PNS, yang PPPK silahkan kesana maka yang tak masuk keduanya itulah yang akan kita urusi  bersama,” katanya.

Pihaknya mengaku akan melakukan upaya dengan cara mendorong kepada pemerintah untuk bisa membantu para guru tidak tetap itu agar bisa setara kesejahteraanya.

“Di Purworejo itu ada sekitar 1200 GTT atau PTT, kita dorong nantinya guru PNS maupun bukan itu tidak merasa berbeda. Karena kerjanya sama, pulangnya sama, beratnya sama. Dan menyadari bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Terkait rencana pemerintah akan menghapus kebijakan honorer, Irianto mengaku tetap akan mempertahankan keberadaan honorer di sekolah.

“Saya akan mempertahankan agar penghapusan honorer tidak terjadi, karena kepala sekolah sangat membutuhkan tenaga kependidikan, dan secara skala nasional dan daerah dunia pendidikan sangat kekurangan tenaga pendidik, paling nanti kita carikan solusi-solusi, diantaranya kita kerjasama dengan dinas dan pemerintah agar solusi honorer bisa diselesaikan dengan baik tanpa menyakiti siapapun,” jelasnya.(P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.