EkonomiInspirasiPemerintahan

Tak Terima PKH, Difabel Ini Jadi Tukang Parkir untuk Menghidupi Keluarganya

430
×

Tak Terima PKH, Difabel Ini Jadi Tukang Parkir untuk Menghidupi Keluarganya

Sebarkan artikel ini
Heri Purwaningsih Penyandang Disabilitas yang menjadi tukang parkir untuk menghidupi keluarga
Heri Purwaningsih Penyandang Disabilitas yang menjadi tukang parkir untuk menghidupi keluarga

PURWOREJO, purworejo24.com – Seorang penyandang disabilitas stunting, asal Desa Senepo Barat, Purworejo, Jawa Tengah terpaksa banting tulang menjadi tukang parkir, dan penjual makanan keliling demi menghidupi keluarganya. Bantuan dari pemerintah berupa PKH maupun bantuan khusus difabel belum menjangkau Ibu dengan dua anak ini.

Heri Purwaningsih mengaku selama ini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Demi menghidupi keluarganya, dirinya harus bekerja keras menjadi tukang parkir di depan Warung Bakso Sukar, Jalan Diponegoro Kutoarjo dan berjualan Cakwe keliling.

“Saya sudah setahun ini parkir, kalau jualan cakwe sudah lama keliling. Kadang juga mijit, kalau keliling sampai Pecinan dan ke sekitar desa-desaku,” ucapnya saat ditemui purworejo24.com.

Ia mengaku terpaksa menjadi tukang parkir setelah ditinggal suaminya, demi menghidupi anaknya yang masih sekolah. Ia ditinggal suaminya sejak anaknya yang kedua berumur 2 tahun.

“Sekarang sudah pisah, jadinya saya sendirian, sudah lama sejak anak saya yang kecil itu berumur 2 tahun,” ucapnya

Ia mengaku walaupun mengetahui ada progam PKH dan juga bantuan untuk orang difabel, hingga saat ini dia belum pernah sama sekali mendapatkannya. Tapi meskipun begitu anaknya mendapatkan bantuan berupa Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar.

“Orang kaya-kaya kok dapat bantuan (PKH) aku nggak, yang pensiun tetangga saya dapat PKH, Bedah rumah. Bantuan cuma KIS sama anak sekolah yang dapat 450 ribu, saya kan kepingin nya niku (PKH),” ucapnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Sosial Sri Lestari Ningsih saat dikonfirmasi purworejo24.com membenarkan bahwa yang bersangkutan memang tidak mendapatkan PKH dan bantuan lainnya meskipun di Purworejo ada beberapa progam bantuan.

“Saya cek di pendamping dan Korkab memang belum masuk PKH,” ucapnya

Sri Lestari menambahkan kalau bantuan uang bagi disabilitas berat ada. Untuk bantuan PKH sendiri ada 119 orang se-Kabupaten Purworejo, dan bantuan Kube (Kelompok Usaha Bersama) Rp 15 juta per kelompok, ada 2 Kube dan Progam Jaminan HIdup (Jadup) 81 orang, per orang Rp 300 ribu per bulan.

“Kalau bu Heri memang baru dapat KIS, yang lainnya belum dapat,” pungkas (P24-Byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.