Miris, Atap Ruang Guru SMPN 30 yang Lapuk Hanya Diganjal Kayu
Sebarkan artikel ini
Atap ruang guru SMPN 30 terpaksa diganjal sebatang kayu untuk menghindari ambrol sewaktu-waktu
NGOMBOL, purworejo24.com – Sejumlah guru dan karyawan di SMP Negeri 30, yang terletak di desa Wingko Tinumpuk Kecamatan Ngombol, Purworejo, Jawa Tengah, mengaku resah dan khawatir dengan kondisi atap ruang guru yang mengalami kerusakan, sehingga terpaksa diganjal dengan kayu agar tidak ambrol sewaktu-waktu. Mereka khawatir, kondisi atap yang rusak karena lapuk ini bisa membahayakan keselamatan para guru, karyawan dan juga para siswa.
Drs Adib Wijayanto, Kepala SMP Negeri 30 Purworejo, saat ditemui purworejo24.com di kantornya, Rabu (4/12/2019) mengatakan, ruang guru di SMP Negeri 30, yang ditempati sekitar 37 guru itu, kini kondisinya cukup menghawatirkan lantaran atap gedung yang sudah mulai rusak.
“Ada satu bangunan yang terdiri atas ruang arsip, kamar kecil, ruang administrasi TU, ruang kepala sekolah, hall dan ruang guru, kini atapnya telah mulai rusak. Dan yang paling parah adalah ruang guru, untuk mengantisipasi agar tidak ambrol sekolah telah menyangga atap ruang guru itu dengan kayu,” ungkapnya.
Atap ruang guru SMPN 30 terpaksa diganjal sebatang kayu untuk menghindari ambrol sewaktu-waktu
Disampaikan, sejak SMP Negeri 30 Purworejo berdiri pada tahun 1991, bangunan gedung itu belum pernah mendapatkan perbaikan. Gedung mengalami kerusakan pada bagian atap sejak setahun terakhir ini.
“Untuk ruang kelas dan MCK kami sudah mendapatkan bantuan DAK, namun untuk bangunan gedung ini, masuk dalam ruang lain yang tidak mendapat bantuan DAK. Inisiatif menyangga atap ruang guru dengan kayu agar tidak roboh telah dilakukan sejak saya datang di sekolah ini, sekitar 1 tahun lalu,” katanya.
Meskipun tidak menggangu kegiatan belajar mengajar sekolah, namun kondisi atap yang rusak itu cukup menghawatirkan para guru, terlebih saat memasuki musim penghujan ini, guru selalu was-was dan dihantui rasa takut jika atap ruang guru menjadi ambrol.
“Jika terjadi turun hujan nanti, kami berencana akan memindahkan ruang guru sementara ke ruang ketrampilan, agar terhindar dari bahaya jika sewaktu waktu atap ruang guru terjadi ambrol,” ujarnya.
Disampaikan, pihak sekolah telah berupaya mengajukan permohonan bantuan perbaikan ruang itu ke dinas terkait, baik lewat Dapodik, ke bagian Sarpras, dan bahkan telah ajukan langsung melalui Kepala dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Purworejo, untuk diteruskan ke DPRD Purworejo, namun karena keterbatasan anggaran, hingga saat ini belum mendapat perhatian.
Pihaknya berharap, ada perhatian dari pihak terkait, untuk perbaikan atap gedung yang rusak itu, jangan sampai ambrol dan membahayakan para guru.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto, saat dikonfirmasi mengaku telah mendapat kabar kerusakan atap gedung SMP itu.
“Semua kerusakan di tingkat satuan pendidikan dari TK, SD dan SMP sudah kita rekap, dan nantinya akan kita petakan tingkat kerusakannya sehingga dapat kita susun skala prioritas pembangunan atau rehab gedungnya,” ujarnya.(p24-Drt)