Pendidikan

Peringati Hari Guru, Guru Jadi Petugas Upacara

237
×

Peringati Hari Guru, Guru Jadi Petugas Upacara

Sebarkan artikel ini

BENER, purworejo24.com – Ada yang istimewa pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Purworejo, Jawa Tengah, jika biasanya petugas upacara dilakukan siswa, maka di SMK Maarif 1 Bener, guru yang menjadi petugas upacara.

Dalam upacara yang dilangsungkan di halaman SMK Maarif Bener, Senin (25/11/2019), guru menjadi petugas komandan upacara, pengibar bendera, pembaca acara, dirijen, pembaca UU 1945, paduan suara hingga pembaca doa. Meski tampak tidak luwes seperti siswa, tapi upacara itu memberi contoh kepada siswa bahwa guru bisa menjadi teladan.

Upacara Hari Guru Nasional di SMK Maarif Bener Purworejo
Upacara Hari Guru Nasional di SMK Maarif Bener Purworejo

Kepala SMK Maarif 1 Bener, Agus Muzamil SHi, MPd mengatakan, pihaknya sengaja menerjunkan seluruh tenaga kependidikan mulai dari guru, staf, dan karyawan untuk menjadi petugas upacara.

 “Selain sebagai bentuk komitmen sebagai guru, juga bisa menjadi tauladan para anak didiknya,” kata Agus, saat ditemui purworejo24.com, usai upacara, Senin (25/11/2019).

Menurutnya, melibatkan guru dan karyawan menjadi petugas upacara merupakan contoh bahwa tugas pendidik sangat berat karena mempunyai tanggung jawab kepada siswa.

“Selain untuk memperingati hari guru, ini sekaligus untuk memberikan contoh nyata bahwa guru tidak hanya bisa memberi perintah tapi bisa menjadi petugas, bukan hanya maidhoh tapi uswatun hasanah,” ujarnya.

Upacara Hari Guru Nasional di SMK Maarif Bener Purworejo
Upacara Hari Guru Nasional di SMK Maarif Bener Puls ID

Pihaknya berharap ada kedekatan  antara siswa dan guru yang sama sama memiliki tekat untuk mensukseskan pendidikan dan memajukan lembaga pendidikan sekokah.

“Mewujudkan kedekatan dengan siswa dan guru, ada rasa kebersamaan, dimana anak anak adalah guru penerus kami di masa mendatang,” harapnya.

Upacara yang diikuti sekitar 680 siswa mulai kelas 1 sampai kelas 3 itu juga dilaksanakan pemberian beasiswa terhadap siswa berprestasi. Sedikitnya ada 16 siswa berprestasi non akademik yang mendapatkan beasiswa, diantaranya para peraih juara ditingkat nasional, propinsi dan kabupaten.

“Tahun 2019 ini ada tiga jenis perlombaan yang berhasil diraih oleh siswa , diantaranya Kejurnas cabang arung jeram di Sungai Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, pada Selasa (05/11/2019) lalu dengan meraih 1 perak dan 2 perunggu untuk kelas Youth Women, juara 2 Pencak Silat Jogja Championship pada Oktober 2019 dan Fasi Nasional, yaitu Lomba Akuntasi dalam rangka milad UMM dengan hasil juara 3, pada 29 Agustus 2019 dan Lomba LKS bidang studi pemasaran,” jelasnya.

Pemberian beasiswa itu, lanjutnya, dilakukan untuk memotivasi anak agar lebih berprestasi lagi kedepannya.

“Siswa yang mendapat rangking 1,2, 3 juga dapat beasiswa, tapi tidak hanya yang akademik, yang non akademik juga dikasih beasiswa, agar siswa bisa lebih termotivasi lebih dalam meraih prestasi,” pungkasnya.(P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.