PemerintahanSeni Budaya

Pentas Seni Iringi Pengukuhan Dewan Kesenian Purworejo   

368
×

Pentas Seni Iringi Pengukuhan Dewan Kesenian Purworejo   

Sebarkan artikel ini
Pengukuhan Pengurus DKP 2019-2022 oleh Wakil BUpati Yuli Hastuti. (25/11/2019)
Pengukuhan Pengurus DKP 2019-2022 oleh Wakil BUpati Yuli Hastuti. (25/11/2019)

PURWOREJO, purworejo24.com – Pengurus Dewan Kesenian Purworejo (DKP) periode tahun 2019-2022 yang diketuai Angko Setyarso Widodo resmi dikukuhkan oleh Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti. Pengukuhan pengurus DKP diwarnai dengan berbagai pertunjukan seni, mulai dari siang hingga malam hari oleh 7 komite di DKP dan melibatkan sejumlah sanggar seni di Purworejo.

Prosesi pengukuhan Pengurus Dewan Kesenian Purworjeo pada Sabtu (23/11) malam di pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Purworejo, Kutoarjo terbilang unik. Sebelum dikukuhkan, puluhan orang pengurus ini mengenakan pakaian adat nusantara dan dikirab dari halaman pendopo menuju tengah pendopo. Iringan penari gambyong yang mengawal pengurus DKP yang mengenakan aneka pakaian tradisional dari berbagai daerah seperti Aceh, Jawa, Madura, Papua menarik perhatian masyarakat dan tamu undangan yang berada di pendopo.

Pengurus DKP berfoto bersama Wabup dan tamu undangan
Pengurus DKP berfoto bersama Wabup dan tamu undangan

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, disaksikan sejumlah Forkopimda, Pejabat Kecamatan Kutoarjo, serta para tokoh dan budayawan Purworejo dan tamu undangan. Dari surat keputusan yang ditandangani Bupati Purworejo Agus Bastian, ada sebanyak 57 orang yang menjadi pengurus DKP periode 2019-2022.

Dalam sambutannya, Yuli Hastuti mengapresiasi konsep pengukuhan DKP yang mampu menunjukkan persatuan dalam keberagaman. Menurutnya, penduduk Purworejo yang multi budaya, multi etnis, dan multi agama, pada hakikatnya merupakan potensi dan modal dasar untuk membentuk suatu kekuatan maksimal untuk mencintai dan membangun Kabupaten Purworejo.

“Oleh karena itu, selain mengelola budaya dan melestarikan kebudayaan dengan baik dan profesional, penting bagi kita memperkokoh ketahanan budaya, yang dalam pelaksanaannya melibatkan semua pihak, baik pemerintah, para pelaku, pemerhati dan segenap insan seni dan budaya maupun masyarakat luas,” ungkapnya.

Dalam kaitan ini, lanjutnya, Dewan Kesenian Purworejo diharapkan dapat menjadi penghubung antara generasi muda dengan ragam kebudayan daerah yang dimiliki oleh Kabupaten Purworejo. Sebab sebagian generasi muda saat ini menganggap kebudayaan daerah sudah ketinggalan zaman, sehingga perlu diberi kesadaran agar mereka dapat lebih mengenal dan mencintai kebudayaan daerah yang dimiliki.

“Selain itu, Dewan Kesenian diharapkan dapat menjadi tempat untuk menampung para pelaku seni dan budaya melalui berbagai kegiatan yang bersifat kreatif,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Angko Setiyarso Widodo, Ketua DKP mengapresiasi Wakil Bupati Yuli Hastuti yang telah bersedia hadir dan bahkan turut membaur bersama para seniman hingga acara berakhir pada larut malam. Menurutnya, adanya kebersamaan yang ditunjukkan para seniman malam itu meyakinkan bahwa kehidupan seni budaya di Purworejo ke depan akan semakin baik.

“Pelantikan ini kita isi dengan pentas bersama seluruh komite serta para pelaku dan sanggar seni. Sengaja kita gelar di lokasi ini agar masyarakat luas juga bisa turut mengikuti,” katanya saat dikonfirmasi usai acara.

Angko menyebut, anggaran untuk DKP pada tahun 2020 yang diberikan Pemkab melalui alokasi belanja langsung Dinparbud mengalami penurunan dibanding tahun 2019, dari sekitar Rp99 juta menjadi sekitar Rp70 juta.  Hal tersebut menjadi perhatian khusus pengurus mengingat jumlah itu sangat minim untuk melaksanakan berbagai tugas dan fungsi DKP.

“Harapannya kalau memang pemerintah peduli, harus ada dukungan yang nyata, anggaran harus memadai, tidak seperti sekarang,” tandasnya. (P24-Byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.