PURWOREJO, purworejo24.com – Tim pesilat perguruan Merpati Putih SMPN 26 Purworejo berhasil meraih juara umum 2 dalam ajang Dewantara Championship IV Sleman, Yogyakarta.
Dua medali emas dan dua perak dipersembahkan oleh 4 siswa SMPN 26 Purworejo yang diturunkan dalam lomba yang diselenggarakan oleh Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa, dan digelar GOR Tridadi Sleman, Yogyakarta pada 5-7 Oktober 2019.
Penyerahan trofi piala dan uang pembinaan serta empat medali hasil perlombaan diserahkan oleh atlet kepada pihak sekolah pada Rabu (9/10/2019). Trofi tersebut kemudian dipajang di lemari piala milik SMPN 26 Purworejo.

Empat siswa yang dikirim dan berhasil meraih medali itu diantaranya, dua medali emas diraih oleh Nur Agni Oktavia kelas 9A, dan Vida Un Laila kelas 9D, serta peraih dua medali perak oleh Indra Bagus Setiawan kelas 9C dan Hamid Mahmudi kelas 8A.
“Tahun ini kami hanya mengirimkan 4 atlet , dua putri dan dua putra, Alhamdulillah keempat atlet berhasil mendapatkan medali semua,” kata Kusnan Kadaru M.Pd., Kepala SMPN 26 Purworejo, saat ditemui purworejo24.com di kantornya, Rabu (9/10/2019).
Disampaikan, kemenangan itu menambah daftar panjang kejuaraan di bidang pencak silat, setelah tahun lalu, SMPN 26 berhasil menjadi juara umum Kejuaraan Pencak Silat antar pelajar SMP/SMA sederajat DIY- Jateng Exsco SMADABA Cup #3 tahun 2018. Dalam acara itu SMPN 26 Purworejo sukses meraih juara umum I dengan menyabet medali terbanyak, 3 emas, 3 perak, 1 perunggu.
“Semua yang telah dicapai para atlet pencak silat SMPN 26 Purworejo ini, yaitu sejak tahun 2017 adalah tak lepas dari sentuhan tangan dingin pelatihnya yaitu Muh Ali Mashudin, yang juga sebagai sebagai guru Penjas Orkesnya SMPN 26,” ungkapnya.
Disampaikan, kegiatan ekstra kulikuler (Eskul) pencak silat dari perguruan Merpati Putih menjadi Eskul paling populer di SMP itu, karena terbukti prestasinya.
“No pain no again, pepatah yang populer dan manjadi batu pijakan dari anak anak SMPN 26 Purworejo untuk terus dapat berprestasi dibidang non akademik.” jelasnya.
Diakui, pesilat SMPN 26 merupakan pesilat militan, hampir di setiap kegiatan Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Kabupaten, eks karesidenan maupun propinsi, rata rata siswa SMPN 26 menjuarai silat.
“Satu orang atlet pernah juara 2 tingkat propinsi, dan tiga orang lainnya pernah meraih medali emas dalam kegiatan pencak silat antar propinsi, Malang Champhionship 2019, pada Juni 2019 lalu, maka untuk menambah bekal ilmu bela diri mereka, setiap ada event mereka kami kirim,” ujarnya.
Salah satu atlet siswa SMPN 26, Nur Agni Oktavia, bersama tiga temen lainya, mengaku bangga dengan capaian ini.
“Kemenangan yang diraih tidak lepas dari kesungguhan dan kedisiplinan kami dalam berlatih,” katanya.
Untuk menyiapkan diri menghadapi ajang bergengsi itu mereka selalu berlatih secara rutin dua kali dalam sepekan, dan latihan rutin setiap hari jelang perlombaan.
“Latihan yang sering dilakukan membuat saya makin paham dengan jurus yang diajarkan. Makanya saat ikut lomba ini sudah merasakan kemenangan. Alhamdulillah dapat emas,” ujarnya bangga.(P24-Drt)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








