PURWOREJO, purworejo24.com – Sekitar 500 siswa dan guru SMP Muhammadiyah Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti simulasi tanggap bencana gempa bumi di lingkungan sekolah mereka. Mereka dilatih sigap menghadapi bencana melalui kegiatan simulasi yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Purworejo tersebut.
Sumaryanto, Kepala SMP Muhammadiyah Purworejo mengatakan, dengan digelarnya simulasi bencana yang dilaksanakan Kamis (17/102019) ini, diharapkan para siswa dan seluruh warga sekolah lebih paham apa yang harus dilakukan ketika benar-benar terjadi bencana.
“Dengan latihan simulasi seperti tadi, mereka sudah sewaktu-waktu ada bencana tidak begitu cemas (tidak panik), dengan tenang bisa mencari perlindungan dan melindungi diri sendiri. Kegiatan ini juga selaras dengan program ekstrakurikuler PMR Madya” katanya.
Diungkapkan, simulasi ini merupakan program dari sekolah karena SMP Muhammadiyah Purworejo ditunjuk sebagai sekolah Pilotting Project Pembinaan Nasionalisme dan Karakter Bangsa berdasarkan SK Bupati Purworejo. Selain itu, juga ditunjuk sebagai sekolah sasaran dalam Penguatan Pendidikan Karakter Provinsi Jawa Tengah.
Sumaryanto menjelaskan, kegiatan simulasi ini sekaligus merupakan pengintegrasian, pendalaman, dan penyelarasan program dan kegiatan pendidikan karakter.
“Dengan demikian, diharapkan dapat mewujudkan Revolusi Mental atau Karakter Bangsa sebagai jalan perwujudan Nawacita dan terwujudnya SMP Muhammadiyah Purworejo sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, simulasi bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Purworejo. Pembina PMR Madya SMP Muhammadiyah Purworejo, Wahyuning Prihati menambahkan, dengan digelarnya simulasi ini diharapkan semua warga sekolah dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari bila terjadi bencana.
Sementara itu Staf SDM, Diklat dan Penanganan Bencana PMI Purworejo, Nuryadi, menyampaikan bahwa kegiatan simulasi seperti ini baik dilakukan di sekolah-sekolah, karena Purworejo juga termasuk salah satu kabupaten dengan potensi bencana yang cukup banyak.
“Kita nggak berharap ada bencana, tapi kalau ada bencana paling tidak warga sekolah ini sudah siap bersinergi dengan bencana. Walaupun dulu sudah ada program SSB (Sekolah Siaga Bencana) tapi ini ada pembaruan lagi terkait dengan ilmu SSB, sehingga perlu update,” tandasnya. (P24-Byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







