PemerintahanPendidikanPolitik

PTNU Jateng-DIY Waspadai Paham Radikalisme Masuk Kampus

355
×

PTNU Jateng-DIY Waspadai Paham Radikalisme Masuk Kampus

Sebarkan artikel ini
Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) VI di Purworejo, Jawa Tengah.
Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) VI di Purworejo, Jawa Tengah.

PURWOREJO, purworejo24.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Jateng-DIY menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) VI di Purworejo, Jawa Tengah. Selain untuk meneguhkan PTNU sebagai kampus Aswaja Islam Nusantara, Muskerwil juga mengajak mahasiswa untuk menjaga NKRI dari paham radikalisme yang sudah mulai menjamur di beberapa kampus.

Pembukaan Muskerwil berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo, Jumat (2/8/2019). Hadir dalam acara tersebut antara lain Forkopimda Purworejo, Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo Khamid Abdul Kodir, Ketua STAINU Mahmud Nasir, dan tamu undangan lainnya.

Muskerwil sendiri akan digelar di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo pada 2 hingga 4 Agustus 2019. Adapun tujuan kegiatan adalah peneguhan PTNU sebagai kampus Aswaja Islam Nusantara dan menjadikan PTNU sebagai Pusat Kaderisasi Paham Kebangsaan.

PembukaanMusyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) VI di Purworejo, Jawa Tengah.
Pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) VI di Purworejo, Jawa Tengah.

Ketua panitia, Angga menjelaskan tema yang diusung dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan) untuk menjaga NKRI dari paham radikalisme yang sudah mulai menjamur di beberapa kampus.

“Temanya adalah Peran Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Dalam Memperkuat Kebangsaan dan Menyongsong Indonesia Maju, tema itu kita ambil untuk memperkuat nasionalisme mahasiswa di kampus khususnya yang berada di bawah naungan PTNU,” katanya kepada purworejo24.com, Jumat (2/8/2019).

Tema tersebut dianggap tepat karena berdasar hasil survei Alvara Research Center sebanyak 17,8 persen mahasiswa dan 18,3 persen pelajar menyatakan setuju khilafah sebagai bentuk negara. Adapun mahasiswa yang menyatakan siap berjihad untuk tegaknya negara Islam atau khilafah sebesar 23,4 persen dan pelajar sebesar 23,3 persen.

Hal senada juga di ungkapkan Kabag Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur berdasarkan hasil riset yang dilakukan salah satu LSM, bahwa ada beberapa perguruan tinggi yang sudah terpapar paham radikalisme.

“Menurut salah satu LSM yang ada di Indonesia bahwa ternyata ada sepuluh perguruan tinggi bahkan lebih yang sudah terpapar radikalisme,” ucapnya.

Dalam Muskerwil tersebut direncanakan akan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Bupati Purworejo Agus  Bastian S.E. M.M, Wakil Rois PWNU Jawa Tengah K.H Achmad Chalwani, Ketua PBNU Bidang Pendidikan Dr. Hanif Saha Ghofur, Rois Syuriah PC NU Purworejo K.H. Habib Hasan bin Aqil Ba’abud serta tokoh lainnya. (P24-Byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.