Iklim

Jepang akan Pasang Alat Pendeteksi Tsunami di Purworejo

558
×

Jepang akan Pasang Alat Pendeteksi Tsunami di Purworejo

Sebarkan artikel ini
Jepang akan memasang alat pendeteksi tsunami di Pantai Pasir Puncu Ngombol, Purworejo, Jawa Tengah
Jepang akan memasang alat pendeteksi tsunami di Pantai Pasir Puncu Ngombol, Purworejo, Jawa Tengah

NGOMBOL, Purworejo24.com – Untuk mendeteksi gelombang tsunami yang bisa terjadi setiap saat, sebuah industri di Jepang akan memasang alat pendeteksi tsunami di Purworejo, Jawa Tengah. Hal tersebut dilakukan karena wilayah perairan Aceh hingga selatan Jawa termasuk pesisir Purworejo masuk dalam wilayah rawan bencana tsunami.

Pemasangan alat yang baru ada satu-satunya di Indonesia itu, rencananya akan dilakukan di Pantai Pasir Puncu, Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol. Untuk memastikan kesiapan area, tim yang terdiri dari Japan Radio Company (JRC), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo didampingi oleh aparat keamanan dan pemerintah desa setempat melakukan pengecekan lokasi pada Senin (1/7/2019) sore.

Alat pendeteksi gempa ini diproduksi di Jepang, sedangkan pemasangan alat deteksi tsunami tersebut nantinya akan berada di bawah kendali PT JRC Spectra Indonesia. Engineer PT JRC Spectra Indonesia, Ghufron, menuturkan bahwa pendeteksi tsunami tersebut dipasang di Purworejo karena berdasarkan studi, wilayah perairan dari Aceh hingga selatan Jawa termasuk pesisir Purworejo merupakan wilayah rawan bencana tsunami.

“Alat tersebut untuk mendeteksi tsunami karena ada titik-titik tsunami dari laut Aceh sampai perairan selatan Jawa. Karena rawan makanya dipasang alat ini,” kata Ghufron ketika ditemui purworejo24 di Pantai Pasir Puncu, Senin (1/7/2019) sore.

JRC, BMKG, BPPD, melakukan pengecekan lokasi untuk pemasangan alat deteksi Tsunami2
JRC, BMKG, BPPD, melakukan pengecekan lokasi untuk pemasangan alat deteksi Tsunami

Dikatakan Ghufron, alat ini memiliki cakupan area sejauh 100 km. Sistem kerja dari alat tersebut adalah pertama mendeteksi gempa dan melalu frekuensi tertentu dipancarkan dengan transmiter dan diterima oleh receiver. Jika berpotensi tsunami, maka alat bisa mendeteksi kecepatan gelombang, tinggi, serta arahnya. Alat ini selanjutnya menghasilkan data mentah yang akan dikirim ke BMKG pusat dan setelah ditetapkan adanya potensi tsunami, informasi tersebut diteruskan ke BPBD setempat agar segera ditindak lanjuti.

“Idealnya, alat tersebut dipasang pada lokasi yang berpotensi menimbulkan banyak  korban jiwa seperti pemukiman padat penduduk atau obyek wisata,” imbuhnya.

Sementara itu, Takagawa dari tim JRC yang ikut mengecek lokasi mengatakan bahwa alat pendeteksi tsunami itu akan dipasang pada bulan September mendatang dan diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

“Kami akan pasang alat deteksi tsunami ini sekitar bulan September nanti. Alat itu kami beri gratis. Hari ini kami cek dulu persiapannya,” kata Takagawa.

Tidak hanya untuk mendeteksi potensi terjadinya gelombang tsunami, alat tersebut nantinya  juga bisa membantu BMKG dalam metero maritim atau mendeteksi gelombang laut sehari-hari sehingga bisa diinformasikan kepada masyarakat terutama nelayan agar tahu tentang keadaan gelombang.

“Alat ini juga bisa untuk meteo maritim membantu memberikan data harian terkait tinggi gelombang, kecepatan dan arah yang tentunya berguna bagi warga terutama nelayan,” kata Kepala Seksi Observasi Stasiun Geofisika BMKG Yogyakarta, Budiarta yang ikut mendampingi tim.

Budiarta menambahkan, saat ini kondisi gelombang laut pantai selatan diperkirakan mencapai 2,5 hingga 3 meter. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung sampai September nanti. Budiarta juga mengingatkan kepada masyarakat terutama nelayan, meskipun gelombang laut tidak terlalu tinggi, harus tetap waspada karena tinggi gelombang yang aman untuk melaut adalah di bawah 1 meter. (p24-hare)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.