PURWOREJO, purworejo24.com – Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan bersama SMP Muhammadiyah Jono Bayan menggelar kegiatan Jejak Ilmu 2026 di Yogyakarta, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini memadukan pembelajaran sains dan teknologi dengan penelusuran sejarah perjuangan Muhammadiyah.
Mengusung tema “Meneladani Perjuangan KH Ahmad Dahlan, Mengeksplorasi Sains Teknologi, Membangun Generasi Berkemajuan”, kegiatan diikuti santri kelas VII, VIII, dan IX dengan didampingi para ustaz, ustazah, serta guru.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Laboratorium Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Di lokasi tersebut, santri mengenal berbagai peralatan laboratorium dan mengikuti praktikum interaktif melalui program fun physics, meliputi materi cahaya, optik, gelombang, listrik, gerak, dan gaya.
Ketua Program Studi Pendidikan Fisika UAD, Eko Nursulistiyo, M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap pengalaman praktik langsung dapat meningkatkan minat santri terhadap ilmu fisika.
“Harapan kami, siswa-siswi makin senang belajar fisika. Tidak hanya agamanya yang bagus, tetapi juga keilmuannya. Ilmu dan agama sebenarnya tidak terpisahkan, keduanya saling bersinergi,” ungkapnya.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Kampung Kauman, Yogyakarta, untuk menelusuri jejak perjuangan KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah pada 18 November 1912. Melalui kunjungan ini, santri diajak memahami sejarah, semangat pembaruan, serta kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan, Dr. (CAND) Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, S.Th.I., MIRKH, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas wawasan dan pengalaman belajar santri.
“Besar harapan kami, melalui program Studi Kemuhammadiyahan dan Praktikum Sains ini, para santri dapat meneladani perjuangan pendiri Muhammadiyah sekaligus memiliki cita-cita tinggi, khususnya dalam dunia sains,” ujarnya.
Kepala SMP Muhammadiyah Jono Bayan, Erlinda Windiastranti, M.Pd., menambahkan, kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni menumbuhkan minat terhadap sains dan teknologi, mengenalkan sejarah perjuangan KH Ahmad Dahlan, serta membangun kader Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan.
Ketua Panitia, Akhmad Maulidin Musdani, menyebut kegiatan studi Kemuhammadiyahan di Kauman tersebut merupakan pelaksanaan kedua setelah pertama kali digelar pada 2024. Tahun ini, konsep kegiatan dikembangkan dengan menambahkan eksplorasi sains bersama UAD.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungan edukatif dan rekreasi ke IBARBO Park Yogyakarta.
Melalui Jejak Ilmu 2026, Darul Arqom berharap santri tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga wawasan sains, kemampuan berpikir kritis, serta semangat meneladani perjuangan para tokoh Muhammadiyah untuk menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan berkemajuan.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









