Pendidikan

Finalis Duta Pelajar Anti Narkoba 2026 Cheryl Ellena Gracia Ajak Pelajar Berani Tolak NAPZA

1
×

Finalis Duta Pelajar Anti Narkoba 2026 Cheryl Ellena Gracia Ajak Pelajar Berani Tolak NAPZA

Sebarkan artikel ini
Cheryl Ellena Gracia
Cheryl Ellena Gracia

JAKARTA, purworejo24.com – Finalis Duta Pelajar Anti Narkoba (DPAN) Indonesia Tingkat Provinsi 2026, Cheryl Ellena Gracia, mengajak generasi muda berani menolak penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran sejak dini agar perilaku berisiko tidak dianggap sebagai sesuatu yang lumrah dalam pergaulan pelajar.

Siswi SMA IPEKA Puri Indah, Jakarta, tersebut menilai tekanan lingkungan pertemanan kerap menjadi tantangan bagi pelajar dalam mengambil keputusan. Keinginan untuk diterima dalam kelompok terkadang membuat seseorang mengikuti perilaku orang lain tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan dan masa depan.

“Karena itu, pelajar perlu memiliki keberanian untuk mengambil keputusan secara mandiri, termasuk menolak ajakan yang berpotensi membahayakan diri,” jelas Cheryl.

Menurutnya, sesuatu yang berbahaya tidak seharusnya dianggap wajar hanya karena sering dijumpai dalam pergaulan. Pelajar perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai risiko penyalahgunaan NAPZA agar mampu bersikap tegas dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan.

Penyalahgunaan NAPZA dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental, kemampuan belajar, hubungan sosial, hingga kesempatan meraih cita-cita. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Cheryl mengingatkan, upaya pencegahan tidak cukup dilakukan dengan menjauhi NAPZA secara pribadi. Pelajar juga perlu berperan aktif membangun lingkungan pertemanan yang positif melalui sikap saling mengingatkan, memberikan dukungan kepada teman, serta membiasakan pergaulan yang sehat.

“Lingkungan pertemanan yang positif dapat membantu pelajar mengambil keputusan yang lebih baik. Karena itu, penting bagi kita untuk saling mendukung dan tidak membiarkan perilaku berisiko dianggap sebagai hal biasa,” menjadi pesan yang ditekankan dalam ajakannya.

Ia juga menilai edukasi berkelanjutan di sekolah perlu diperkuat dengan dukungan keluarga dan masyarakat. Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak menjadi bagian penting dalam pencegahan, sehingga pelajar merasa aman untuk menyampaikan persoalan pergaulan maupun tekanan yang mereka hadapi.

Sebagai finalis DPAN Indonesia Tingkat Provinsi 2026, Cheryl berharap generasi muda tidak hanya memahami bahaya penyalahgunaan NAPZA, tetapi juga menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya juga ingin mengingatkan bahwa masa muda merupakan kesempatan berharga untuk belajar, mengembangkan potensi, meraih prestasi, dan mempersiapkan masa depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap keputusan dalam pergaulan perlu mempertimbangkan kesehatan, keselamatan, dan cita-cita jangka panjang. Keberanian mengatakan tidak terhadap ajakan yang membahayakan merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.

Menurut Cheryl, pencegahan penyalahgunaan NAPZA dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengenali risikonya, berani menolak ajakan yang berbahaya, serta mendukung teman untuk membuat pilihan yang lebih sehat.

Melalui keterlibatan aktif pelajar, keluarga, sekolah, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, positif, dan mendukung generasi muda untuk tumbuh serta berprestasi tanpa penyalahgunaan NAPZA.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.