PURWOREJO, purworejo24.com – Kolaborasi antara SMP Negeri 5 Purworejo, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo, serta Universitas Muhammadiyah Purworejo dalam penguatan budaya literasi mulai membuahkan karya nyata. Sebanyak 24 karya cerpen siswa berhasil dihimpun dalam buku antologi berjudul Riak-Riak Kecil Anak Negeri yang resmi diluncurkan di aula SMPN 5 Purworejo, Rabu (28/10/2026).
Peluncuran buku dilakukan oleh Kepala SMPN 5 Purworejo, Dwi Retno Untari, S.Pd., sekaligus ditandai dengan penyerahan buku kepada Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut pelatihan menulis cerpen yang diselenggarakan melalui kolaborasi ketiga lembaga tersebut beberapa waktu lalu.
Terbitnya buku ini menjadi bukti bahwa kegiatan literasi di sekolah tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat berlanjut hingga menghasilkan karya yang terdokumentasi dan dapat dibaca oleh masyarakat luas.
Dwi Retno Untari mengatakan, proses penyusunan antologi cerpen tersebut membutuhkan tahapan panjang. Naskah yang terkumpul harus melalui proses kurasi dan seleksi untuk memastikan karya yang diterbitkan memenuhi standar kualitas.
“Semangat anak-anak dalam menuangkan ide cerita diasah hingga menghasilkan karya yang layak diterbitkan,” ujar Dwi Retno Untari.
Menurutnya, penerbitan buku karya siswa merupakan langkah strategis untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah. Selain mengembangkan kemampuan menulis, proses kreatif tersebut juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan gagasan, mengasah imajinasi, serta membangun karakter positif.
“Melalui proses kreatif ini, kami berharap terbentuk karakter peserta didik yang semakin baik,” katanya.
Di balik terbitnya Riak-Riak Kecil Anak Negeri, terdapat peran para guru SMPN 5 Purworejo yang mendampingi siswa selama proses penyusunan naskah. Tim editor yang dikomandani Anastasia, salah satu guru di sekolah tersebut, turut membimbing para penulis muda dalam menyunting dan menyempurnakan cerita hingga siap diterbitkan.
Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran menulis. Siswa tidak hanya didorong untuk menghasilkan ide, tetapi juga belajar mengembangkan alur cerita, menyusun bahasa, serta memperbaiki naskah agar lebih terstruktur dan mudah dipahami pembaca.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan, Sigit Sudibyo, menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku antologi cerpen tersebut. Menurutnya, tidak semua sekolah memiliki kemauan sekaligus kemampuan untuk memfasilitasi penerbitan buku karya peserta didik.
“Tidak semua sekolah mampu dan mau memfasilitasi penerbitan buku karya siswa, sehingga dengan semangat seperti ini diharapkan semakin banyak buku karya siswa atau guru yang diterbitkan di masa-masa mendatang,” ungkap Sigit.
Ia menegaskan, Dinpusip Kabupaten Purworejo terus berupaya mendukung berbagai kegiatan yang mendorong peningkatan literasi di tengah masyarakat. Perpustakaan, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi ruang belajar, berkarya, dan berinteraksi bagi masyarakat.
“Perpustakaan terus bergerak ke berbagai lini, bukan sekadar tempat membaca dan meminjam buku, namun juga berupaya menjelma menjadi pusat kegiatan masyarakat, melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” tandasnya.
Peluncuran Riak-Riak Kecil Anak Negeri diharapkan menjadi pemantik bagi tumbuhnya ekosistem literasi yang lebih kuat di Kabupaten Purworejo. Kolaborasi sekolah, perpustakaan, dan perguruan tinggi juga membuka peluang bagi lahirnya lebih banyak penulis muda yang berani menuangkan gagasan melalui karya tulis.
Melalui penerbitan buku ini, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman menulis, tetapi juga kesempatan merasakan proses kreatif secara utuh, mulai dari menggali ide, menyusun cerita, menjalani penyuntingan, hingga menghasilkan buku yang dapat dinikmati pembaca.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









