KUTOARJO, purworejo24.com – Menumbuhkan budaya literasi sekaligus memperkuat kecintaan pelajar terhadap sastra terus dilakukan di Kabupaten Purworejo. Salah satunya melalui Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan SMP yang digelar Kelas Literasi Guru Kabupaten Purworejo bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo.
Memasuki tahun kelima pelaksanaan, lomba tersebut digelar di Gedung Perpustakaan Daerah Purworejo, Kamis (20/8/2026). Tahun ini, panitia memfokuskan kompetisi pada satu cabang, yakni baca puisi.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menghadirkan sejumlah cabang lomba literasi, pemilihan baca puisi diharapkan dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berbahasa, berekspresi, sekaligus memahami pesan yang terkandung dalam karya sastra.
Ketua Panitia Lomba dari Kelas Literasi Guru Purworejo, Sri Rahayu, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata mengejar prestasi. Lebih dari itu, lomba menjadi sarana untuk mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik.
“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan potensi kreativitas peserta didik, baik jenjang SD maupun SMP. Selain itu juga untuk meningkatkan literasi dan cinta sastra,” katanya.
Antusiasme pelajar terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Tercatat sebanyak 24 siswa jenjang SD dan 36 siswa jenjang SMP ambil bagian dalam lomba baca puisi.
Menurut Sri Rahayu, konsistensi pelaksanaan selama lima tahun menjadi bukti adanya komitmen bersama dalam membangun budaya literasi di kalangan pelajar melalui kegiatan yang kreatif dan dekat dengan dunia mereka.
Kolaborasi lintas sektor juga dinilai menjadi kunci agar gerakan literasi dapat berkembang secara berkelanjutan.
Kabid Perpustakaan Dinpusip Purworejo, Sigit Sudibyo, mewakili Kepala Dinpusip Purworejo, mengatakan peningkatan minat baca dan budaya literasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
“Dalam meningkatkan minat baca dan budaya literasi kami tidak bisa berjalan sendiri, butuh kerja sama lintas sektoral. Khususnya dengan Dindikbud serta Kelas Literasi Guru Purworejo,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Dinpusip terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai komunitas untuk menghidupkan aktivitas literasi di Perpustakaan Daerah.
Dengan demikian, perpustakaan diharapkan tidak hanya dipandang sebagai tempat membaca dan menyimpan koleksi buku, tetapi juga menjadi ruang belajar, berekspresi, berkreasi, dan mengembangkan potensi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami terus berupaya memberdayakan komunitas untuk bekerja sama menghidupkan kegiatan di Perpustakaan Daerah ini,” jelasnya.
Sementara itu, lomba secara simbolis dibuka oleh Kabid Kurikulum Dindikbud Purworejo, Dwi Yuwono, mewakili Kepala Dindikbud Purworejo.
Dalam sambutannya, Dwi Yuwono mengapresiasi konsistensi Kelas Literasi Guru Purworejo yang terus menghadirkan kegiatan untuk mendorong perkembangan literasi peserta didik.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh siswa melalui lomba tidak berhenti pada kemampuan tampil dan membaca puisi dengan baik. Peserta juga diharapkan mampu menangkap nilai, pesan, serta makna yang terkandung dalam karya sastra untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan.
“Saya berharap para siswa tidak hanya terampil dalam baca puisi, melainkan juga memahami makna dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Melalui kegiatan tersebut, literasi diharapkan tidak sekadar menjadi kemampuan membaca dan memahami teks, tetapi berkembang menjadi budaya yang mendorong pelajar berpikir, berkreasi, berkomunikasi, serta mengambil nilai positif dari setiap karya yang dibacanya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







