Sosial

Penyandang Disabilitas di Bener Didorong Mandiri, Ada Rumah Singgah hingga Pelatihan Kerja

7
×

Penyandang Disabilitas di Bener Didorong Mandiri, Ada Rumah Singgah hingga Pelatihan Kerja

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

PURWOREJO, Purworejo24.com – Pemerintah Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mendorong penyandang disabilitas agar semakin mandiri melalui inovasi Pelayanan Fasilitasi Penyandang Disabilitas Bener atau PELITA PENTAS BENER.

Inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan sosial, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha, serta memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Camat Bener Bambang Surtianto mengatakan, inovasi PELITA PENTAS BENER dibangun sebagai upaya memberikan fasilitasi yang lebih nyata kepada penyandang disabilitas yang tergabung dalam organisasi penyandang disabilitas (DPO) di Kecamatan Bener.

Salah satu bentuk fasilitasi yang diberikan adalah penyediaan dan penguatan rumah singgah bagi penyandang disabilitas,” kata Bambang pada Selasa (22/9/2026).

Selain itu, pemerintah kecamatan juga memberikan pendampingan berupa pelatihan kerja yang disesuaikan dengan minat dan potensi masing-masing penyandang disabilitas.

Menurut Bambang, langkah tersebut diperlukan karena penyandang disabilitas masih menghadapi sejumlah kendala dalam memperoleh pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Permasalahan tersebut antara lain keterbatasan kesempatan kerja, kurangnya keterampilan yang sesuai dengan potensi, serta belum banyaknya ruang atau wadah yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas dan usaha mandiri.

“PELITA PENTAS BENER” kemudian dikembangkan dengan pendekatan pemberdayaan. Artinya, penyandang disabilitas tidak hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi didorong agar memiliki keterampilan dan kemampuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, penyandang disabilitas yang tergabung dalam DPO mendapatkan pembinaan dan peningkatan kapasitas sesuai dengan minat serta potensi masing-masing,” kata Bambang.

“Tim inovasi juga memberikan fasilitasi dan pendampingan dalam pengurusan legalitas usaha maupun sertifikasi keterampilan,” tambahnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha maupun memasuki dunia kerja.

Selain pelatihan, penguatan rumah singgah menjadi bagian penting dalam inovasi tersebut.
Tim inovasi mendampingi DPO dalam penguatan dan pengembangan rumah singgah, termasuk membantu agar pengelolaannya dapat berjalan secara tertib.

Rumah singgah juga menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan berbagai keterampilan dan jasa yang dimiliki penyandang disabilitas kepada masyarakat,” kata Bambang. (P24/byu).


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.