BRUNO, purworejo24.com – Jalan rabat beton yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, diharapkan tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah. Infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya membuka akses yang lebih luas bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Sabtu (8/8/2026), Satgas TMMD bersama masyarakat terus mengejar penyelesaian berbagai sasaran fisik. Pembangunan dilakukan dengan semangat gotong royong, karena hasilnya diharapkan dapat digunakan dan dirasakan langsung oleh warga dalam jangka panjang.
Pembangunan jalan rabat beton menjadi salah satu sasaran penting. Dengan kondisi akses yang lebih baik, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian, menjalankan aktivitas sehari-hari, serta menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan masyarakat.
Dansatgas TMMD Reguler ke-129, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, mengatakan pembangunan infrastruktur melalui TMMD memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan bangunan fisik.
“TMMD ini bukan hanya membangun jalan, tetapi bagaimana pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan akses transportasi yang semakin baik, diharapkan aktivitas warga menjadi lebih mudah dan perekonomian masyarakat juga ikut meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, akses jalan yang lebih baik juga dapat memberikan dampak terhadap sektor pendidikan. Mobilitas anak-anak menuju sekolah menjadi salah satu aktivitas yang ikut terbantu dengan tersedianya jalan yang lebih layak.
“Kita ingin pembangunan ini menjadi investasi untuk masa depan. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus mendapatkan akses yang lebih mudah, baik untuk pendidikan maupun aktivitas lainnya,” tambahnya.
Dampak pembangunan juga diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian. Akses yang lebih baik akan memudahkan mobilitas orang maupun barang, termasuk ketika warga membawa hasil pertanian dari wilayah produksi menuju tempat pengumpulan atau pemasaran.
Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja menegaskan, keberhasilan TMMD tidak semata-mata dilihat dari berapa banyak sasaran fisik yang berhasil diselesaikan, tetapi juga dari manfaat yang muncul setelah pembangunan tersebut digunakan masyarakat.
“Harapannya, apa yang kami kerjakan bersama masyarakat ini dapat terus dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jalan ini adalah jalan bersama, dibangun dengan gotong royong dan nantinya manfaatnya juga kembali kepada masyarakat,” ungkapnya.
Karena itu, pembangunan melalui TMMD juga membutuhkan peran masyarakat setelah program selesai. Perawatan dan pemanfaatan secara bertanggung jawab menjadi kunci agar infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
TMMD Reguler ke-129 di Watuduwur pun membawa pesan bahwa pembangunan desa bukan sekadar tentang beton, tanah, dan jalan yang terbentang. Di balik setiap meter jalan yang dibangun, ada harapan agar mobilitas warga semakin mudah, aktivitas ekonomi semakin lancar, akses pendidikan semakin terbuka, dan peluang masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik semakin besar.
Dari Watuduwur, jalan yang dibangun hari ini diharapkan menjadi akses menuju kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat di masa mendatang.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









