Militer

TMMD Menyatukan Hati, TNI-Polri dan Warga Kompak Bangun Watuduwur dengan Semangat Gotong Royong

10
×

TMMD Menyatukan Hati, TNI-Polri dan Warga Kompak Bangun Watuduwur dengan Semangat Gotong Royong

Sebarkan artikel ini
Gotong royong bangun jalan
Gotong royong bangun jalan

BRUNO, purworejo24.com – Ada pemandangan yang lebih berharga dari sekadar pembangunan fisik di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Di tengah pengerjaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo, sekat antara TNI, Polri, dan masyarakat seolah menghilang.

Selasa (4/8/2026), personel TNI, Polri, dan warga terlihat bekerja berdampingan di sejumlah sasaran TMMD. Mereka berbagi tenaga, saling membantu, dan bergotong royong menyelesaikan pekerjaan yang manfaatnya akan kembali dirasakan oleh masyarakat.

Program TMMD memang menghadirkan berbagai pembangunan fisik, mulai dari jalan rabat beton, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), jambanisasi, hingga rehabilitasi mushola. Namun, proses pengerjaannya juga menghadirkan sesuatu yang tidak kalah penting, yakni tumbuhnya kebersamaan dan kepedulian antarwarga serta aparat.

Di lokasi pekerjaan, suasana terasa cair. TNI, Polri, dan masyarakat tidak hanya bekerja dalam satu tempat, tetapi juga berinteraksi, bertukar cerita, dan saling memberikan semangat. Pekerjaan yang berat pun terasa lebih ringan ketika dilakukan bersama.

Pasi Ter Kodim 0708/Purworejo, Kapten Inf Afik Sutanto, mengatakan TMMD merupakan salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari berapa banyak sasaran fisik yang berhasil diselesaikan. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu membangun hubungan yang semakin dekat antara aparat dengan masyarakat.

TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong. Ketika TNI, Polri, dan masyarakat bekerja bersama, akan tercipta kekuatan besar untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapten Inf Afik Sutanto.

Semangat tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam pelaksanaan TMMD. Masyarakat tidak ditempatkan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian aktif dari proses pembangunan.

Keterlibatan warga dalam pengerjaan sasaran fisik sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan. Dengan demikian, ketika program TMMD berakhir, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati hasilnya, tetapi juga memiliki kesadaran untuk merawat dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Kapten Inf Afik berharap nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD dapat terus hidup setelah program selesai.

Melalui TMMD Reguler ke-129, pembangunan yang dilakukan tidak hanya meninggalkan hasil berupa bangunan yang kokoh, tetapi juga mewariskan ikatan persaudaraan yang semakin kuat antara TNI, Polri, dan masyarakat sebagai fondasi untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.

Pada akhirnya, pembangunan di Watuduwur bukan hanya tentang jalan yang semakin baik, rumah yang diperbaiki, atau fasilitas umum yang dibangun. Ada nilai yang ikut tumbuh di dalamnya: gotong royong, kepedulian, dan persaudaraan.

Sebab ketika TNI, Polri, dan masyarakat menyatukan langkah, pembangunan bukan hanya mengubah wajah desa, tetapi juga menyatukan hati orang-orang yang tinggal di dalamnya.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.