Militer

Tak Ada Sekat di Lokasi TMMD, TNI-Polri dan Warga Bersatu Bangun Jalan Watuduwur

13
×

Tak Ada Sekat di Lokasi TMMD, TNI-Polri dan Warga Bersatu Bangun Jalan Watuduwur

Sebarkan artikel ini
Gotong royong bangun jalan
Gotong royong bangun jalan

BRUNO, purworejo24.com – Perbedaan pangkat, profesi, maupun latar belakang sosial seakan tidak terlihat di lokasi Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo.

Selasa (4/8/2026), personel Satgas TMMD, TNI, Polri, dan masyarakat melebur dalam satu pekerjaan. Mereka bahu-membahu mengerjakan pengecoran jalan rabat beton yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD.

Di lokasi, setiap orang mengambil peran sesuai kebutuhan. Ada yang menyiapkan material, mengangkut adukan beton, mengoperasikan peralatan, hingga meratakan cor di badan jalan.

Tak ada yang sibuk membedakan siapa yang aparat dan siapa yang warga. Semuanya bekerja dalam satu irama dengan tujuan yang sama: menyelesaikan pembangunan jalan agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

Suasana tersebut menjadi gambaran nyata bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan penting dalam pembangunan desa. Ketika tenaga dan kepedulian disatukan, pekerjaan yang berat dapat dilakukan bersama dengan lebih ringan.

Dansatgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, mengatakan semangat kebersamaan merupakan salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD.

TMMD mengajarkan bahwa pembangunan desa adalah tanggung jawab bersama. Di sini tidak ada sekat antara TNI, Polri, maupun masyarakat. Semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan manfaat bagi warga melalui semangat gotong royong dan kebersamaan,” ujar Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara langsung juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan program. Selain membantu mempercepat pengerjaan sasaran fisik, kebersamaan tersebut dapat memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Semangat gotong royong yang terbangun diharapkan tidak berhenti ketika program TMMD selesai. Sebaliknya, kebersamaan tersebut diharapkan menjadi modal sosial bagi masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan hasil pembangunan secara mandiri.

Melalui Program TMMD Reguler ke-129, pembangunan jalan rabat beton diharapkan mampu memperlancar akses transportasi masyarakat sekaligus menjadi simbol kuatnya persatuan dan kepedulian seluruh elemen bangsa dalam membangun desa,” pungkasnya.

Pembangunan jalan di Watuduwur pun memiliki makna lebih dari sekadar menghadirkan akses yang lebih baik. Setiap adukan beton yang dituangkan menjadi bagian dari kerja bersama, sementara setiap tenaga yang diberikan menjadi bukti bahwa kemajuan desa dapat diwujudkan ketika seluruh elemen masyarakat bersatu, peduli, dan bergotong royong tanpa sekat.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.