BRUNO, purworejo24.com – Pembangunan desa tidak selalu membutuhkan mesin dan peralatan berat. Di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, kekuatan terbesar justru terlihat dari banyaknya tangan yang bekerja bersama.
Semangat itulah yang terus tumbuh dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo. Senin (3/8/2026), personel Satgas TMMD dan masyarakat kembali bahu-membahu menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan di desa tersebut.
Mulai dari pengecoran jalan rabat beton, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan sumur bor, hingga berbagai pekerjaan fisik lainnya dikerjakan dengan semangat kebersamaan.
Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam proses pengerjaannya. Ada yang membantu mengangkut material, mendorong arko, menyiapkan kebutuhan pekerjaan, hingga ikut mengerjakan bagian-bagian pembangunan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pemandangan tersebut menunjukkan bahwa TMMD memiliki makna lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik. Di balik jalan yang dibangun dan rumah yang diperbaiki, ada nilai kebersamaan yang terus dipupuk antara TNI dan masyarakat.
Dansatgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja, mengatakan gotong royong menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD.
“TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa dalam mewujudkan desa yang maju dan sejahtera,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam setiap pekerjaan menjadi bagian penting dari keberhasilan program TMMD. Ketika TNI dan warga bekerja bersama, berbagai pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat sekaligus menciptakan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Semangat gotong royong juga membuat batas antara Satgas TMMD dan masyarakat seolah tidak terlihat. Semua memiliki peran yang sama, yakni memberikan tenaga dan pikiran untuk membangun lingkungan tempat mereka tinggal.
Bagi masyarakat Watuduwur, pembangunan yang dikerjakan melalui TMMD bukan hanya tentang hasil akhir berupa jalan yang lebih baik, rumah yang lebih layak, atau tersedianya sumber air. Lebih dari itu, prosesnya mengajarkan bahwa persoalan desa dapat dihadapi bersama ketika masyarakat memiliki kepedulian dan kemauan untuk saling membantu.
Nilai inilah yang menjadi salah satu kekuatan TMMD. Pembangunan tidak berhenti ketika program selesai, tetapi diharapkan meninggalkan semangat kebersamaan yang dapat terus dirawat masyarakat.
Melalui TMMD Reguler ke-129, Desa Watuduwur tidak hanya dibangun secara fisik. Di tengah aktivitas pembangunan, tumbuh kembali kesadaran bahwa kemajuan desa merupakan tanggung jawab bersama.
Sebab, ketika TNI dan rakyat bergerak dalam satu irama, pembangunan bukan hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta budaya gotong royong sebagai kekuatan sosial masyarakat.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









